8 Jurnal Teknik Kimia, No. 4, Vol. 15, Desember 2008 PENGARUH KONDISI OPERASI PADA PEMBUATAN ASAP CAIR DARI AMPAS TEBU DAN SERBUK GERGAJI KAYU KULIM Subriyer Nasir, Marian Doni, Rigel Andonie Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya Abstrak Asap cair dibuat melalui proses pyrolisis dan kondensasi. Proses pyrolisis ini dilakukan dengan variabel suhu 150 o C, 200 o C dan 250 o C di dalam tabung pyrolisa yang terhubung dengan kondensor yang dialiri dengan air pendingin sehingga terjadi proses kondensasi (pendinginan). Asap hasil pembakaran ampas tebu dan serbuk gergaji kayu kulim dengan variable massa 150 gram, 200 gram dan 350 gram mengalir menuju kondensor melalui penghubung yang berupa selang. Proses ini berlangsung dengan variable waktu 1 dan 2 jam. Di dalam kondensor (pendingin), asap akan mengalami perubahan fase dari gas menjadi cair akibat proses pendinginan. Kondensat berupa cairan yang berwarna kecoklatan dan berbau khas ditampung dengan menggunakan Erlenmeyer. Kondensat inilah yang disebut dengan asap cair. Kata Kunci : Ampas Tebu, Serbuk Gergaji Kayu Kulim, Asap Cair, Pyrolisis, Kondensasi Abstract Liquid smoke is made through pyrolysis and condensation process. Pyrolysis is done at variety of temperature in 150, 200 and 250 degree of Celsius inside the pyrolysis tube connected with condenser which gets through by cooling water that condenses. Smoke that is resulted by waste sugar burning and kulim powder at variety of mass in 150 grams, 200 grams and 350 grams heads to condenser through tube. It takes around 1 and 2 hour/s. inside the condenser, smoke will transform from gas to liquid because of cooling process. Condensate is in form of brownish liquid and having special fragrance patched by Erlenmeyer. This condensate is named liquid smoke. Key words : waste sugar, kulim powder, liquid smoke, pyrolysis, condensation I. PENDAHULUAN Karet alam merupakan salah satu komoditi pertanian yang penting baik untuk lingkup internasional dan teristimewa bagi Indonesia. Karet (Hevea braziliensis) adalah salah satu tanaman yang juga dapat digunakan di dalam kehidupan kita sehari – hari maupun dalam usaha industri. Barang yang dapat dibuat dari karet alam antara lain aneka ban kendaraan seperti ban mobil, sepeda motor, sepeda hingga ban pesawat terbang, sepatu karet, sabuk penggerak mesin, pipa karet, kabel, isolator , bahan – bahan pembungkus logam dan lain sebagainya. Tanaman ini berbentuk pohon yang tumbuh tinggi dengan batang yang cukup besar. Tinggi pohon dewasa mencapai 15 - 25 m. Batang tanaman biasanya tumbuh lurus dan memiliki percabangan yang tinggi di atas. Posisi Indonesia sebagai produsen karet nomor dua di dunia akhir – akhir ini terdesak oleh dua negara tetangga yaitu Malaysia dan Thailand. Sekarang Thailand menjadi produsen karet terbesar sedangkan Indonesia tergeser ke posisi nomor dua dan Malaysia pada posisi nomor tiga. Sampai tahun 1992, tiga negara ini tetap menguasai pasaran karet dunia. Pada tahun 1990, ekspor karet alam di Indonesia adalah sebesar 1.077.331 ton yang memberikan devisa negara terbesar US$ 846,876,000. Usaha peningkatan mutu karet diharapkan dapat meningkatkan devisa negara dan memberikan produk karet terbaik bagi negara – negara pengimpor.