ARTIKEL ASLI Formulasi Krim Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) sebagai Sediaan Antiaging (Formulation Cream of Extract Moringa oleifera Leave as Antiaging) Nining Sugihartini, Evi Nuryanti Laboratorium Teknologi Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta ABSTRAK Latar Belakang: Daun kelor merupakan bahan alam yang berpotensi untuk melindungi kulit karena kandungan antioksidan yang terdapat didalamnya. Pengembangan bentuk sediaan dalam bentuk krim antiaging diperlukan agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Tujuan: Mengetahui konsentrasi ekstrak daun kelor yang dapat memberikan kemampuan antiaging yang baik. Metode: Ekstrak daun kelor diperoleh dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Ekstrak kemudian diformulasikan dalam bentuk sediaan krim antiaging dengan variasi konsentrasi yaitu formula I (0%), formula II (3%), formula III (6%) dan formula IV (9%). Krim dievaluasi dengan parameter moisture, evenness, pore, spot, wrinkle pada probandus manusia yang telah menggunakan krim selama 14 hari. Hasil: Uji menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak daun kelor menyebabkan penurunan evenness (p<0.05) yang efektif pada konsentrasi 3%. Simpulan: Konsentrasi ekstrak daun kelor yang dapat digunakan sebagai antiaging yaitu mengurangi evenness adalah 3%. Kata kunci: antiaging, antioksidan, kelor, Moringa oleifera, krim. ABSTRACT Background: Moringa oleifera leaf as natural material has the activity to protect skin because it contains antioxidants. Therefore, the development of dosage forms in the form of a antiaging cream is required to be used by the human. Purpose: To determine the concentration of extract moringa oleifera leaf which will provide the ability as antiaging. Methods: Extract of moringa oleifera leaf was obtained by maceration methods by ethanol 70% as solvent. Then extract was formulated in dosage forms an antiaging cream with concentration of variations are formula I (0%), formula II (3%), formula III (6%) and the formula IV (9%). After that cream was evaluated with parameters moisture, evenness, pore, spot and wringkle on human probandus whom have used the cream for 14 days. Results: Increasing the concentration of Moringa oleifera leaf extract led to a decreasing evenness (p<0.05) which efective on concentration 3%. Conclusion: The concentration of Moringa oleifera leaf extract that can be used as antiaging which decreasing evenness was 3%. Key words: antiaging, antioxidant, cream, moringa oleifera. Alamat korespondensi: Nining Sugihartini, Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan, Kampus III, Jl. Prof. Dr. Soepomo, Janturan, Umbulharjo, Yogyakarta 55164, Indonesia. Telepon: 081291136034, e-mail: nining.sugihartini@pharm.uad.ac.id PENDAHULUAN Kulit sebagai organ terluar dan terluas merupakan pembatas dari lingkungan sekitar yang berfungsi untuk melindungi otot, ligamen, dan organ internal dari radiasi sinar ultraviolet (UV), dehidrasi, dan mikroorganisme. Fungsi perlindungan tersebut terjadi melalui sejumlah mekanisme biologis, seperti pembentukan lapisan tanduk secara terus menerus (keratinisasi dan pelepasan sel-sel yang sudah mati), respirasi dan pengaturan suhu tubuh, produksi sebum dan keringat, dan pembentukan pigmen melanin untuk melindungi kulit dari bahaya sinat ultraviolet matahari, sebagai peraba dan perasa, serta pertahanan terhadap tekanan infeksi dari luar. 1-3 Kulit bisa mengalami penuaan terutama pada daerah-daerah yang sering terpapar sinar matahari secara langsung seperti wajah, leher, bagian atas lengan, dan tangan. Lapisan kulit akan semakin menipis (sekitar 10% per 10 tahun), sehingga kulit akan semakin mudah mengalami iritasi dan rapuh. Jumlah produksi proteoglikan dan natural moisturizing factor (NMF) berkurang, sehingga kulit akan semakin kering. Jumlah pembuluh darah kulit juga berkurang dan terjadi perpanjangan pergantian 1