PROSIDING SEMINAR NASIONAL III TAHUN 2017 “Biologi, Pembelajaran, dan Lingkungan Hidup Perspektif Interdisipliner” Diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Biologi-FKIP bekerjasama dengan Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan (PSLK) Universitas Muhammadiyah Malang, tanggal 29 April 2017 Niwangtika et al., Analisis Permasalahan Dalam 137 available at http://research-report.umm.ac.id/index.php/ ANALISIS PERMASALAHAN DALAM PEMBELAJARAN REKAYASA GENETIKA Problematic Analysis Of Genetic Engineering Learning Widyarnes Niwangtika 1 , Dwi Listyorini 2 , Abdul Gofur 3 Jurusan Pendidikan Biologi, Fakutas Pascasarjana, Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang 65145, Indonesia e-mail korespondensi : widya.tikka@yahoo.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk megetahui permasalahan dalam pembelajaran rekayasa genetika. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif Metode pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket kepada dosen pengampu matakuliah rekayasa genetika dan mahasiswa yang telah menempuh matakuliah tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2016. Hasil dari penelitian adalah mahasiswa mengalami kesulitan dalam mempelajari materi dalam matakuliah rekayasa genetika karena materinya bersifat abstrak, belum adanya praktikum dan keterbatasan media pembelajaran yang digunakan, untuk itu dibutuhkan media pembelajaran yang dapat membantu mahasiswa dalam belajar. Kata Kunci: media, pembelajaran, rekayasa genetika ABSTRACT The aim of this study is to know the learning problems in genetic engineering course. This research is a quantitative descriptive. Research data was collected by means of questionnaires to the lecturer of genetic engineering and students who have taken that course. This study was conducted in December 2016. The result of this study are all students experiencing difficulty in learning the material in genetic engineering course because the nature of the subject, there is no practical and limitations of instructional media used for learning, therefore they needed some media which can assist the learning process. Keywords: media, learning, genetic engineering Pembelajaran di universitas mengacu pada KKNI yang telah ditetapkan oleh Kemenristekdikti. Menurut peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar, lulusan program sarjana selayaknya dapat menyelesaikan permasalahan sesuai dengan keahliannya, dapat menerapkan ilmu yang dimilikinya, dan dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi yang sedang berkembang (Kemenristekdikti, 2015). Keberhasilan kualifikasi yang ditetapkan oleh pemerintah tersebut sangat bergantung pada pembelajaran yang didapatkan oleh mahasiswa (Vanthournout dkk., 2010). Pembelajaran yang tepat hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa dan matakuliah yang ditempuhnya (Ziden, 2010; Cimer 2012). Rekayasa genetika merupakan bidang ilmu yang mempelajari tentang manipulasi gen makhluk hidup (Nicholl, 2008) untuk menghasilkan individu yang diinginkan (Peacock, 2010). Bidang ilmu tersebut merupakan bagian dari bioteknologi modern dan menjadi salah satu matakuliah yang diajarkan di beberapa universitas. Pembelajaran tersebut mengacu pada satuan acara perkuliahan (SAP). SAP tersebut berisi rencana pembelajaran selama satu semester dan meliputi tujuan perkuliahan, materi, tugas dan referensi yang dapat digunakan mahasiswa untuk membantu pembelajaran. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan, diketahui pembelajaran Rekayasa genetika telah memanfaatkan bahan ajar berupa buku teks dan jurnal dan pelaksanaan pembelajarannya dilakukan dengan presentasi dan diskusi. Namun sebagian besar mahasiswa masih merasa kesulitan dalam mempelajari materi dalam matakuliah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh pengajar maupun mahasiswa selama pembelajaran Rekayasa genetika sehingga dapat ditemukan alternatif solusi untuk menyelesaikannya. METODE Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa UIN Malang jurusan Biologi yang telah menempuh matakuliah Rekayasa genetika yakni sebanyak 15 orang dan 1 orang dosen pengampu matakuliah tersebut. Instrumen pengambilan data berupa angket yang dibuat dengan skala Guttman. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Desember 2016. Penelitian dilaksanakan dengan menyebarkan angket kepada dosen pengampu matakuliah Rekayasa genetika dan mahasiswa yang menempuh matakuliah tersebut. Angket tersebut berisi pertanyaan terkait dengan pembelajaran Rekayasa genetika. Hasil angket tersebut selanjutnya dianalisis dengan cara menghitung jumlah responden yang menjawab ya dan responden yang menjawab tidak. Nilai hasil angket: Ya = 1 Tidak = 0