Vol. 1, No. 2, Juli 2020, pp. 253-264 E ISSN 2721-1819 | P ISSN 2721-2416 Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau CURRENT Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Terkini https://current.ejournal.unri.ac.id ANALISIS PERBANDINGAN REGULASI DI SEKTOR PERTANIAN SEBELUM DAN SESUDAH IMPLEMENTASI PSAK 69 AGRIKULTUR Samuel Simanjuntak 1 , Lindrianasari *2 , Ninuk D. Kesumaningrum 3 , Reni Oktavia 4 1243 Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Lampung, Lampung *Email: lindrianasari@feb.unila.ac.id Keywords: Abstract Earning response coefficient, agriculture, implementation PSAK 69 and regulation Implementation of PSAK 69 Agriculture was second year implemented, since 1 January 2018. Mostly, every new regulation have a pro and contra for assumed this regulation. PSAK 69 is the hope of agriculture business actors regarding the clarity of regulations that accommodate agricultural business activities. Because before PSAK 69 was inforced, there is no regulation can accommodate the agriculture business on specific. So, this study wants to explain how implementation PSAK 69 for annual report in many agriculture companies, and give an explaination what’s the difference of the regulation before implementation PSAK 69 and after implementation PSAK 69. Article Information: Received: 2020-05-30 Accepted: 2020-07-09 Available online: 2020-07-18 PENDAHULUAN Sektor pertanian secara historis berfungsi sebagai pilar ekonomi Indonesia, menyediakan pekerjaan untuk sekitar 25.01% dari populasi tenaga kerja dan berkontribusi 13% dari PDB negara dengan menyediakan lapangan kerja bagi 35,7 juta orang (Badan Pusat Statistik, 2018). Sektor pertanian secara strategis dipandang oleh pemerintah sebagai hal yang penting. Setiap tahun tingkat produk domestik Indonesia meningkat, namun hal ini tidak sejalan dengan nilai pasar produk agrikultur Indonesia. Nilai gross value added sektor agrikultur terhadap GDP Indonesia mengalami penurunan dalam 2 (dua) tahun terakhir. Disisi lain, pertumbuhan nilai produk agrikultur terus meningkat dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Eksistensi sektor agrikultur dalam perekonomian Indonesia tidak dapat dikesampingkan dengan tingkat gross value added 12,8% pada tahun 2018 terhadap gross domestic product dan tingkat pertumbuhan products market value 16,5%.