Syahyuniar dan Ningsih. Metode Pengukuran Blow-By Menggunakan U-Tube Air Berbasis Persamaan Bernoulli | 29 Jurnal Elemen Volume 4 Nomor 1, Juni 2017 ISSN : 2442-4471 METODE PENGUKURAN BLOW-BY MENGGUNAKAN U-TUBE AIR BERBASIS PERSAMAAN BERNOULLI TERHADAP DIESEL ENGINE BULDOZER Rusuminto Syahyuniar dan Yuliana Ningsih Staf Pengajar Jurusan Mesin Otomotif, Politeknik Negeri Tanah Laut Email: rusumintosyahyuniar@yahoo.com yuliea585@gmail.com Naskah diterima: 23 Juni 2017 ; Naskah disetujui: 28 Juni 2017 ABSTRAK Pada motor diesel proses pembakaran yang terjadi didalam ruang bakar disebabkan oleh adanya salah satu proses 4 langkah yaitu kompresi udara yang dilakukan oleh dorongan piston dari titik mati bawah ke titik mati atas dengan menekan udara didalam ruang bakar sampai dengan volume tertentu yang mengakibatkan naiknya temperatur dan tekanan didalam ruang bakar, pada saat langkah akhir kompresi udara didalam ruang bakar mengalami kenaikan temperatur berkisar antara 450 sampai 500 derajat Celcius dan naiknya tekanan menjadi 30 Kg/Cm3, kemudian bahan bakar diesel disemprotkan kedalam ruang bakar yang mengakibatkan terjadinya rambatan api yang begitu cepat yang dimulai dari dinding silinder atau, dari hasil pembakaran inilah yang digunakan untuk mendorong kembali piston dari titik mati atas ketitik mati bawah dan proses tersebut terjadi secara berulang ulang berdasarkan prinsip 4 tak, Prestasi suatu engine terutama mesin diesel itu tidak lepas dari kemampuannya melakukan proses kompresi secara baik, proses ini diharapkan karena prinsip kerja dari motor diesel yaitu memanfaatkan naiknya temperatur udara yang tinggi didalam ruang bakar untuk membakar bahan bakar, dalam proses kegiatan preventive maintenance salah satu unsur yang terpenting adalah memeriksa tekanan kompresi engine dengan cara mengetahui seberapa besar tingkat kebocoran kompresi, keakuratan hasil pengukuran menjadi faktor yang sangat penting untuk menghasilkan data yang tepat untuk digunakan sebagai dasar dalam menganalisa dimana kerusakan yang terjadi. Keyword : Motor Diesel, Pembakaran, Ruang Bakar, Engine, U-Tube Manometer. PENDAHULUAN Salah satu faktor yang dapat membuat proses pembakaran didalam ruang bakar dan membuat mesin menjadi menyala atau hidup adalah adanya kompresi atau tekanan udara yang dimampatkan didalam ruang bakar. Tanpa adanya kompresi dapat menyebabkan pembakaran didalam ruang mesin tidak akan terjadi hal ini diakibatkan adanya kebocoran pada sistem kompresi itu sendiri di dalam ruang bakar. Setidaknya ada 5 hal yang bisa membuat kompresi mesin bocor yang diantaranya adalah sebagai berikut : a. Terjadinya konsentrasi kerak di klep Perawatan mesin yang kurang baik dan tidak tepatnya dalam penggunaan bahan bakar menyebabkan timbulnya kerak yang menumpuk didalam ruang bakar, terutama pada bagian kepala piston dan di bagian pinggir klep intake dan juga exhaust. Kerak yang menempel pada bagian klep ini membuat klep tidak bisa tertutup dengan sempurna sehingga saat mesin dinyalakan, terjadi kebocoran kompresi udara didalam ruang bakar dan kompresi mesin menjadi lemah. Lemahnya kompresi ini dapat menyebabkan terjadinya kegagalan pembakaran pada ruang bakar. Jika masalahnya hanya karena tumpukan kerak yang menempel pada bagian bibir klep / valve, maka untuk mengatasi kebocoran kompresi mesin ini adalah dengan cara melakukan pembersihan kerak dan menskur ulang klep / valve agar presisi kembali dengan dudukannya. b. Adanya klep yang cacat / rusak Akibat banyaknya kerak yang menempel dibagian margin klep baik intake maupun exshaust menyebabkan klep tadi menjadi rapuh dan bisa rusak atau rompal sehingga terlihat lubang yang menganga. Dan karena adanya lubang yang menganga inilah kompresi mesin menjadi lemah bahkan hilang. Klep yang rompal atau cacat parah tidak bisa diperbaiki, dan satu satunya jalan ialah dengan mengganti klep yang rusak tadi dengan yang baru. c. Kerusakan ring piston dan ring oli piston Didalam ruang bakar terjadi kevakuman, Untuk membuat ruang kedap udara, piston dilengkapi denganbeberapa ring melingkar dan juga ring oli.