p-ISSN 2460 – 4623 e-ISSN 2716 – 4632 45 Studi Kartografi Marine Protected Area (Mpa) Di Pulau Sangiang Menggunakan Model Marine Information Overlay (Mio) I Wayan Rusdiana 1 , Dyan Primana Sobarudin 2 , M Qisthi Amarona 3 , A Lufti Ibrahim 4 ABSTRAKS MIO merupakan informasi non-wajib yang belum tercakup oleh IMO yang ada, IHO, atau IEC standar yang diperlukan oleh ECDIS untuk memastikan keamanan navigasi di laut. Informasi tambahan ini meliputi peliputan es, pasang / ketinggian air, aliran arus, habitat meteorologi, oseanografi dan laut. Area Konservasi yang juga dikenal dengan istilah MPA merupakan bagian dari MIO yang berguna untuk melindungi spesies ikan, habitat langka, atau seluruh ekosistem di laut. ENC sebagai alat navigasi wajib bagi para pelaut sudah mengakomodir unsur-unsur yang terkait dengan area konservasi, namun belum menyediakan informasi secara detail tipe dan jenis area konservasi tersebut. Pada penelitian ini, MPA yang merupakan bagian dari MIO yang nantinya akan dikembangkan sebagai Special publication S-122 MPA akan dibuat zonasi dengan informasi maupun batasan-batasan secara jelas dan detail dengan cara menerjemahkan dan menganalisa peraturan maupun perundang-undangan yang berlaku di Indonesia ke dalam bahasa peta selanjutnya disesuaikan sesuai dengan dengan standar internasional S-122 MPA sehingga mudah untuk dipahami oleh para pelaut. Hasil dari penelitian ini berupa hasil Analisa blok MPA dan MIO dalam format data vector, point, line dan area dengan struktur data, kodefikasi dan simbol tertentu wilayah Pulau Sangiang dan sekitarnya, sehingga dapat dipergunakan sebagai panduan bagi para pelaut untuk membantu dalam bernavigasi agar meminimalisir kesalahpahaman yang berdampak terhadap terjadinya hal-hal yang tidak diharapkan Kata kunci : MIO (Marine Information Overlay), ENC (Electronic Navigational Chart), IHO (International Hydrographic Organization), IEC (Intenational Electrotechnical Commision), MPA (Marine Protected Area), Special Publication S-122 MPA. ABSTRACT MIO is non-mandatory information that has not been covered by existing IMO, IHO, or IEC standards required by ECDIS to ensure navigation security at sea. This additional information includes covering ice, tide / height, current flow, meteorological, oceanographic and marine habitats. The Conservation Area that also known as MPA, is a part of the MIO that is useful for protecting fish species, rare habitats, or the entire ecosystem in the sea. ENC as a mandatory navigation tool for seafarers has accommodated elements related to the conservation area, but has not provided detailed information on the type and type of conservation area. In this research, the MPA which is part of the MIO which will later be developed as a Special publication S-122 MPA will be made zoning with information and limitations clearly and in detail by translating and analyzing the rules and law regulations in Indonesia into the map language then adjusted according to the international standard S-122 MPA so easily to understood by seafarers. The results of this research are MPA and MIO block analysis results in vector, point, line and area data formats with specific data structures, coding and symbols of Sangiang Island and its surroundings, so that it can be used as a guide for seafarers to assist in navigating to minimize misunderstandings which affects the occurrence of unexpected things. Keywords : MIO (Marine Information Overlay), ENC (Electronic Navigational Chart), IHO (International Hydrographic Organization), IEC (Intenational Electrotechnical Commision), MPA (Marine Protected Area), Special Publication S-122 MPA.