JENIS, HARGA KAYU KOMERSIL DAN ANALISIS EKONOMI PADA INDUSTRI KAYU SEKUNDER (PANGLONG) DI KABUPATEN KARO (Wood Type and Price of Commercial and Economic Analysis In Secondary Wood Industry (Panglong) in District of Karo) Bhima mahawira 1 , Tito Sucipto 2 , Rudi Hartono 2 1 Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Jln Tri Darma Ujung No1 Kampus USU Medan 20155 (Penuis Korespondensi: E-mail: Bhimamahawira25@yahoo.com) 2 Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara ABSTRACT This research aimed to determine the type and price of commercial timber traded in Karo district. This research investigated WKH VHFRQGDU\ ZRRG LQGXVWU\ XVXDOO\ FDOOHG ‡SDQJORQJ · as an object as well as the source of information. This research was conducted by the observation to secondary wood industry in 17 districts of Karo. Data include the type, size, and price of wood, then data was tabulated. Then, the economic analysis for secondary industry wood was performed. The analysis results of 17 from industry surveyed in Karo district showed that the type of wood being traded were dominated by any kind of hard wood with percentage of 100%, pine (Pinus merkusii) of 88.23%, any hard woods of 76.47%, and meranti (Shorea sp) and dammar (Shorea macroptera) of 23.52%. Pine has the cheapest price among the commercial timber species that are traded others. Traded timber prices ranging from Rp. 10000 to Rp 11000 per inch. The greater secondary wood sawmill is UD. Surbakti with 25 employees and the BEP value of door frame production are Rp. 572625/ product, window sills Rp. 574875/product, while the smallest is UD. Mual Nauli with 2 employees and BEP value of window sills are Rp 250000 / product and ventilation Rp 62500 / product. Keywords: Secondary Wood Industry, Panglong, Economic Analysis. PENDAHULUAN Industri pengolahan kayu di Sumatera Utara mencakup industri kayu gergajian (sawmill), kayu lapis (plywood), pulp, moulding, korek api dan chopstick, yang merupakan industri kayu hulu. Industri-industri tersebut tidak hanya mengolah produk-produk yang siap dipasarkan, tetapi juga mengolah kayu bulat menjadi produk yang dibutuhkan sebagai bahan baku bagi industri-industri hilir seperti moulding dan mebel (Risnasari, 2001). Kabupaten Karo merupakan daerah dengan potensi alam yang tinggi, sehingga memunculkan banyak industri kayu sekunder. Perilaku masyarakat di Kabupaten Karo yang tidak terlepas dari penggunaan produk kayu juga menunjang berdirinya industri ini. Kebutuhan masyarakat akan kayu di Kabupaten Karo terus meningkat dari tahun ke tahun sesuai dengan pertambahan jumlah penduduk. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya bangunan-bangunan baru yang memanfaatkan kayu sebagai bahan baku penunjang. Seiring dengan berkembangnya pengetahuan masyarakat terkait dengan kegunaan kayu, mengakibatkan masyarakat lebih selektif dalam penentuan jenis kayu yang akan digunakan. Daya beli masyarakat yang bermacam-macam menyebabkan harga produk-produk kayu di Kabupaten Karo juga beragam.. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keberadaan dan industri kayu sekunder di Kabupaten Karo, mengetahui jenis kayu yang berredar di industri kayu sekunder yang berada di Kabupaten Karo, mengetahui jenis produk kayu yang diperdagangkan di Kabupaten Karo dan menganalisis kelayakan usaha industri kayu sekunder di Kabupaten Karo. METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian ini dilakukan di industri kayu sekunder panglong yang tersebar pada 17 kecamatan di Kabupaten Karo. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2013 sampai Desember 2013. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan adalah seluruh jenis kayu yang ada di panglong terpilih Kabupaten Karo dan kuisioner. Alat yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah alat tulis, tally sheet, kamera, kalkulator. Prosedur Gambar 1. Bagan alir pengambilan data HASIL DAN PEMBAHASAN Industri Kayu Sekunder di Kabupaten Karo Sensus panglong di 17 Kecamatan Penentuan jumlah sample ( industri kayu sekunder panglong) yang mewakili tiap Industri kayu sekunder yang bersedia di wawancara terbimbing Mengisi kuisoner dengan metode terbimbing Data Ditabulasikan Dideskripsikan Analisis data 0 20 40 60 80 100