Hendra Simanjuntak, dkk, Penerapan Model PBL Melalui Pendekatan TPACK 117 Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Melalui Pendekatan TPACK dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan di Kelas VIII A SMPN 50 Batam Hendra Simanjuntak 1 , Muhiddin Palennari 2 , Paulus Rante 3 1 SMPN 50 Batam, 2 Universitas Negeri Makasar, 3 UPT SPF SMPN 20 Makasar hendraspd@guru.smp.belajar.id Abstrak Tujuan pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi Stuktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan di kelas VIII A SMPN 50 Batam. Model yang digunakan adalah Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) melalui Pendekatan Technology, Pedagogical, Content and Knowledge (TPACK). Subjek penulisan PTK adalah Peserta didik SMPN 50 Batam 875 orang terdiri dari laki-laki 442 orang dan perempuan 433 orang dengan sample sebanyak 14 - 20 orang (diambil pada kondisi pandemic). Proses pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada semester 1 tahun ajaran 2020/2021. PTK dilaksanakan sebanyak III siklus. Pada siklus 1, keterampilan membuat poster sebesar 70 % dengan kategori Amat Baik. Keterampilan proses sains menunjukkan capaian 100 % dengan kategori Sangat Lengkap, dan keterampilan presentasi sebesar 67% dengan kategori Baik dan 33 % dengan kategori Baik Sekali. Pada Siklus 3, keterampilan membuat laporan sebesar 100 % dengan kategori Sangat Lengkap. Keterampilan presentasi juga sudah dicapai sebesar 100 % dengan kategori Baik Sekali.Kesimpulan dari penelitian tindakan kelas ini hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Kata Kunci : IPA, PTK, Model Pembelajaran, PBL, TPACK 1. PENDAHULUAN Model pembelajaran yang digunakan guru sangat mempengaruhi tercapainya sasaran belajar, oleh sebab itu guru perlu memilih model yang tepat dari sekian banyak model pembelajaran, jangan menggunakan model pembelajaran berdasarkan kebiasaan akan tetapi berdasarkan materi dan sasaran yang akan dicapai. Setiap siswa memilki keunikan masing-masing dalam berbagai hal, hal ini menujukkan bahwa pemahaman guru terhadap model pembelajaran yang akan digunakan tidak dapat diabaikan. Kompetensi guru yang diharapkan tidak lepas dari keterampilan abad 21 yang harus dimiliki baik oleh guru maupun peserta didik. Kehadiran guru dalam pembelajaran abad 21 sangat diperlukan untuk menjamin terjadinya proses pembelajaran yang bermakna, berkarakter, dan memiliki orientasi pengembangan keterampilan-keterampilan penting abad 21 (Pujiriyanto, 2019). Keterampilan Abad 21 merupakan keterampilan-keterampilan yang harus dimiliki peserta didik agar dapat survive di era Revolusi Industri 4.0 sekarang ini, dan berhasil masa mendatang. Pujiriyanto (2019) mengemukakan bahwa keterampilan abad 21 ini terdiri dari; Creativity Thinking and innovation, Critical Thinking and Problem Solving, cross-cultural understanding, media literacy, information, and communication skill, computing and ICT literacy, life and