Vol. 7, No. 1, 2021, pp. 66-70 DOI: https://doi.org/10.29210/120212985 Contents lists available at Journal IICET Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesia) ISSN: 2502-8103 (Print) ISSN: 2477-8524 (Electronic) Journal homepage: https://jurnal.iicet.org/index.php/jppi 66 Hubungan konformitas teman sebaya dan kecanduan penggunaan smartphone dengan religiusitas Ahmad Sukri 1*) , Neviyarni S 2 1 Universitas Negeri Padang Article Info ABSTRAK Article history: Received Jun 15 th , 2021 Revised Jul 19 th , 2021 Accepted Aug 19 th , 2021 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peranan religiusitas dalam kehidupan remaja, baik kehidupan sosial di lingkungan keluarga, sekolah, ataupun masyarakat. Religiusitas mampu mengarahkan remaja untuk bersikap lebih baik dalam kehidupannya sehari-hari.. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan konformitas teman sebaya dan kecanduan smartphone dengan religiusitas. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Jumlah sampel adalah sebanyak 289 orang siswa SMA N 12 Padang. Adapun instrumen yang dipakai adalah skala model Likert yang berisi tentang konformitas teman sebaya, religiusitas siswa dan kecanduan penggunaan smartphone. Selanjutnya teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif, regresi sederhana, dan regresi ganda. Adapun hasil penelitian menemukan bahwa terdapat hubungan konformitas teman sebaya dan kecanduan smartphone dengan religiusitas. Keyword: Konformitas teman sebaya, Kecanduan smartphone, Religiusitas © 2021 The Authors. Published by IICET. This is an open access article under the CC BY-NC-SA license (https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0) Corresponding Author: Ahmad Sukri, Universitas Negeri Padang Email: panai_syukri@gmail.com Pendahuluan Dalam kondisi memasuki tahap remaja, agama mempunyai peranan penting menjadi salah satu faktor untuk menuju jalan kebahagiaan. Seseorang yang terlibat dalam agama akan lebih bahagia dibandingkan dengan orang yang tidak terlibat dalam agama, karena agama memberikan sistem kepercayaan yang memungkinkan orang untuk menemukan makna hidup dan berharap untuk masa depan sehingga lebih optimis untuk menjalani kehidupan. Akan tetapi pada masa remaja, keyakinan terhadap agama lebih dikuasai oleh pikiran, pikiran menjadi faktor yang lebih menguasai keyakinan agamanya. (Zakiyah, 2009). Salah satu penyebab individu mudah terombang-ambing dalam kebimbangan, keragu-raguan dan kehilangan makna hidup dunia adalah religiusitas yang mulai ditinggalkan begitupun dengan remaja. Hal ini tentunya merupakan salah satu sumber religiusitas dapat memunculkan ketenangan dalam diri individu. (Ira, 2012). Perilaku yang ditampakkan pada siswa di bangku Menengah Atas yang tergolong remaja mengalami banyak perubahan perubahan penting dari aspek fisik maupun psikis. Perubahan fisik pada remaja, ditandai dengan mulai berfungsinya organ-organ reproduksi, dan perubahan psikologis yang hampir universal meliputi, meninggi emosi, minat, peran, pola perilaku, dan nilai-nilai yang dianut. (Desmita, 2008).