Seminar Nasional Informatika 2012 (semnasIF 2012) ISSN: 1979-2328 UPN ”Veteran” Yogyakarta, 30 Juni 2012 E-29 DISAIN TAMBANG BATUBARA BAWAH TANAH DENGAN CAD Ketut Gunawan Jurusan T. Pertambangan, FTM, UPN “Veteran” Yogyakarta, Email : ketutgunawan@yahoo.com Abstract Over time the amount of coal reserves in Indonesia that could be mined by open pit system will be increasingly depleted. Current open pit faces many challenges from various elements of society especially the problem of environmental degradation and land acquisition people. Underground mines are relatively more environmentally friendly and in contact with soil problems people relatively smaller. Advancement of information technology especially Auto CAD program can facilitate the design of underground mines. Kata kunci : Disain, Tambang batubara, CAD 1. PENDAHULUAN Di Indonesia sampai saat ini tambang batubara lebih banyak menggunakan sistem tambang terbuka, dengan berjalannya waktu, cadangan batubara yang bisa ditambang dengan sistem tambang terbuka akan semakin berkurang. Tantangan dari berbagai elemen masyarakat terhadap dunia usaha pertambangan semakin marak, hal ini disebabkan karena terjadinya kerusakan lingkungan dan proses pembebasan tanah rakyat. Sistem tambang bawah tanah relatif lebih ramah lingkungan dari pada sistem tambang terbuka dan kemungkinan bersinggungan dengan masalah tanah rakyat relatif lebih kecil. Tambang batubara dari masa ke masa mengalami kemajuan yang sangat pesat dengan diiringan oleh kemajuan teknologi. 2. TINJAUAN PUSTAKA Sistem penambangan ada dua yaitu sistem tambang terbuka dan sistem tambang bawah tanah. Sistem tambang terbuka diterapkan apabila bahan galian letaknya relatif dekat dari permukaan bumi. Sistem tambang batubara terbuka diterapkan jika striping ratio (SR) antara batubara yang dapat ditambang dengan banyaknya overburden yang harus dibongkar masih kecil dan dapat ditambang secara menguntungkan. Jika striping ratio besar maka dapat diterapkan dengan sistem tambang bawah tanah. Sistem tambang bawah tanah adalah suatu tambang yang kegiatan kerjanya di bawah tanah atau tidak berhubungan langsung dengan udara luar. Penambangan batubara bawah tanah harus dilakukan selain karena biaya, kondisi lain perlu harus diperhatikan sebagai berikut adalah: 1. Posisi lapisan batubara berada di bawah laut. 2. Posisi batubara terletak jauh di kedalaman tanah. Gambar 1. Batas Kritis Metode Penambangan permukaan (Sumber http://imambudiraharjo.wordpress.com/2009/11/10/mengenal-tambang-batubara-bawah-tanah/ )