SEMINAR NASIONAL TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI TERAPAN 2014(SEMANTIK 2014) ISBN: 979-26-0276-3 Semarang, 15 November 2014 179 Persepsi Efektivitas Pengajaran Bermedia Virtual Reality (VR) Theresia Sunarni 1 , Dominikus Budiarto 2 1 Program Studi Teknik Industri STT Musi, Palembang 30113 E-mail : nani_ys@sttmusi.ac.id 2 Program Studi Teknik Industri STT Musi, Palembang 30113 E-mail : dominikus.budiarto@sttmusi.ac.id ABSTRAK Penelitian ini mendeskribsikan persepsi Pengajar (Dosen)terhadap media Virtual Reality (VR) dan penggunaannya dalam pengajaran. Untuk mengetahui persepsi Pengajar terhadap media VR dan penggunaannya dalam pengajaran, contoh media VR diberikan untuk diuji coba. Wawancara dilakukan kepada responden terpilih dan model dibangun dengan membagi kelompok yang akan diwawancarai. Kelompok A menilai kondisi pengajaran tanpa media VR dan kelompok B pengajaran dengan media VR. Hasil yang diperoleh menunjukkan (1) Pembelajaran merupakan aktivitas yang bertujuan untuk membantu siswa agar dapat memiliki kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotor seperti yang diinginkan. Untuk mencapai pembelajaran sukses dengan media VR, perlu perencanaan dan metode yang tepat. Pembelajaran konstruktivisme dengan menggunakan media VR bisa dikatakan efektif (“pembelajaran yang sukses”) jika telah memenuhi beberapa indikator yaitu efektif, efisien (layak dan tidak membutuhkan usaha (effort) banyak), kinerja media baik (memiliki daya tarik). Efektivitas pengajaran dapat dicapai dengan program pembelajaran yang baik (desain media dan metode) yang dilakukan oleh pengajar. Dengan strategi pengajaran bermedia VR dapat menciptakan kelas yang interaktif-aktif, efisiensi pengajaran dapat dicapai dan tingkat pencapaian materi yang terukur. (2) Penggunaan media VR dalam pengajaran sangat mendukung untuk materi yang syarat terhadap visualisasi, praktik dan keterbatasan sumberdaya. Keinginan dari responden cenderung sangat tinggi (53,8%)terhadap penggunaan teknologi VR dalam pembelajaran. Saran yang diberikan untuk penelitian lebih lanjut yaitu perlu adanya mekanisme yang spesifik untuk mendesain VR dengan topik tertentu dan bagaimana implementasinya (efektivitas media VR). Kata kunci : Virtual Reality (VR), efektif, pengajaran, pembelajaran. 1. PENDAHULUAN Dalam pembelajaran di kelas metode pengajaran yang paling banyak digunakan adalah lecturing (kuliah mimbar). Metode pembelajaran ini merupakan metode yang paling baik (mendapat peringkat #1) [1]. Dalam lecturing, media pembelajaran yang digunakan bisa berupa orang, objek, teks, audio, visual, video, komputer multimedia dan media berbasis internet, [2]. Teknologi Virtual Reality (VR) merupakan extensi dari teknologi komputer multimedia, [3]. VR memiliki keunggulan dibandingkan media pembelajaran sebelumnya [4], [5]. “Low Cost VR” dan Desktop VR merupakan teknologi yang sudah matang yang potensial untuk digunakan dalam pembelajaran, [3], [6]. Untuk mencapai kompetensi yang diinginkan dalam pembelajaran di pendidikan tinggi, banyak media dan metode pembelajaran yang bisa digunakan. Penggunaan media belajar adalah mutlak dibutuhkan (lihat gambar 1). Pemanfaatan media pembelajaran dapat dilakukan dengan mengikuti pola pembelajaran presentasi instruktur/dosen terhadap kelompok siswa, pembelajaran individu, atau interaksi antara instruktur/dosen dengan siswa. Untuk pola pembelajaran individu, salah satu metode pembelajarannya yaitu belajar mandiri. Dalam belajar mandiri, keberhasilan siswa sangat dipengaruhi oleh gaya (tipe) belajar dari siswa. Menurut Kolb [7] ada empat tipe pembelajar yaitu converger, diverger, accomodator dan assimilator. Dari gaya belajar siswa yang beragam, media yang paling sukses mengakomodasi tipe belajar siswa tersebut yaitu pembelajaran dengan media VR, karena mengintegrasikan berbagai dimensi dalam proses pembelajaran, [8]. Gambar 1. Analisis Kebutuhan Terhadap Media Pembelajaran