Rustikasari Jurnal Ilmiah Platax Vol. 9:(2), July-December 2021 http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/platax 210 Identifikasi Kepiting Secara Morfologi Di Daerah Pantai Pesisir Berbatu Di Teluk Manado (Morphological identification of crabs in the rocky coast of Manado Bay) Irna Rustikasari 1 , Darus Saadah J. Paransa 1 , Erly Y. Kaligis 1 , Medy Ompi 1 , Wilmy E. Pelle 1 , Silvester B. Pratasik 2 . 1 Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi Manado Sulawesi Utara, Indonesia. 2 Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi, Manado 95115 *Corresponding Author: darusparansa@unsrat.ac.id Abstract Coastal areas have a wealth of biological natural resources including marine life such as crustaceans. One of the marine organisms in the crustacean group is the crab. The purpose of this study was to identify the types of crabs that live in rocky coastal habitats through a morphological approach. To determine the morphology of crabs can be done by looking at the shape, color, and size. The results of this study found 3 types of crabs in two locations in the Manado Bay area including the crab is Grapsus albolineatus, Ozius truncatus, and Uca (Galasimus) tetragonon. Based on the results of the research above, morphological forms were found on the abdomen in the form of a tapered triangle which indicated that the crab was male and the abdomen was triangular with female sex. The most common crabs found at the study site were female crabs. Keywords: Coastal Area; Crab; Morphology Abstrak Wilayah pesisir memiliki kekayaan sumber daya alam hayati diantaranya biota laut seperti krustasea. Salah satu organisme laut dalam golongan krustasea adalah kepiting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis kepiting yang hidup di habitat pantai pesisir berbatu melalui pendekatan morfologi. Untuk mengetahui morfologi pada kepiting dapat dilakukan dengan melihat bentuk, warna serta ukuran. Hasil penelitian ini menemukan 3 jenis spesies kepiting pada dua lokasi yang berada di daerah Teluk Manado diantaranya kepiting Grapsus albolineatus Ozius truncatus dan Uca (Galasimus) tetragonon. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka ditemukan bentuk morfologis pada bagian abdomen berbentuk segitiga meruncing yang menunjukkan bahwa kepiting tersebut berkelamin jantan dan abdomen berbentuk segitiga melebar merupakan kepiting dengan jenis kelamin betina. Kepiting yang paling banyak ditemukan pada lokasi penelitian adalah kepiting betina. Kata Kunci: Wilayah Pesisir; Kepiting; Morfologi PENDAHULUAN Dahuri et. al. (1987) menyatakan bahwa wilayah pesisir memiliki kekayaan sumber daya alam hayati diantaranya biota laut seperti krustasea. Menurut Storer dan Usinger (2006), krustasea sebagian besar hidup di perairan yang menempati daerah lembab di pesisir pantai. Bliss (1982) dan Araujo (2014) menjelaskan bahwa krustasea yang hidup di pesisir pantai berbatu umumnya kepiting memiliki nilai ekologis yang tinggi yang dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem. Menurut Poore (2004), kepiting yang ditemukan pada pantai berbatu adalah kepiting dalam family Grapsidae, seperti spesies Grapsus grapsus, G. longitarsis dan G. albolineatus yang memiliki ciri khas karapas berbentuk cembung dengan warna yang menarik. Wilkens dan Ahyong (2015) menyatakan bahwa kepiting family Oziidae seperti Ozius truncatus biasanya ditemukan pada celah-celah bebatuan. Bengen (1999) menjelaskan bahwa di habitat pantai berlumpur ditemukan banyak jenis kepiting dalam genus Uca. Kepiting ini sering dijumpai pada daerah berlumpur serta berdekatan dengan mangrove.