Original Article
60
Volume 1 Number 1 (2017), pp. 60-68
ISSN 2580-2046 (Print) | ISSN 2580-2054 (Electronic)
Pusat Kajian BK Unindra - IKI | DOI : 10.26539/11137
Open Access | Url: https://journal.unindra.ac.id/index.php/teraputik/index
Hubungan self-efficacy, self-esteem dan perilaku prokrastinasi
siswa madrasah aliyah negeri di Malang Raya
Friska Putrisari
1*)
, IM Hambali
2
, Dany M. Handarini
3
123
Universitas Negeri Malang, Indonesia
*) Correspondences address: Department of Guidance and Counseling, Faculty of Education Jl. Semarang 5 Malang 65145
Telp. (0341) 551312; E-mail: putrisarifriska@gmail.com
Article History:
Received: 14/04/2017;
Revised: 23/05/2017;
Accepted: 06/06/2017;
Published: 29/06/2017.
How to cite (APA 6th Style):
Putrisari, F., Hambali, IM., &
Handarini, D.M. (2017).
Hubungan self efficacy, self
esteem dan perilaku
prokrastinasi siswa madrasah
aliyah negeri di Malang Raya.
Teraputik: Jurnal Bimbingan dan
Konseling, 1(1), pp. 60–68. DOI :
10.26539/11137
This is an open
access article
distributed under the Creative
Commons 4.0 Attribution
License, which permits
unrestricted use, distribution,
and reproduction in any medium,
provided the original work is
properly cited. © 2017, Putrisari,
F., Hambali, IM., & Handarini,
D.M.
Abstract: This study aims to determine the relationship between self-efficacy and self-
esteem with the student procrastination behavior Madrasah Aliyah in Malang Raya.
This study uses measures in a quantitative approach that is research correlation
multiple regression. Data analysis were performed with SPSS 23.0 for Windows. The
results showed that the relationship between self-efficacy and self-esteem has a
significant relationship with p =, 000. Relationships between variables included in the
criteria being the value of R =,432. Self-efficacy and self-esteem accounted for 18.7%
influence on the behavior of procrastination. Partial calculation showed that the
relationship between self-efficacy with procrastination have a very significant with p =
.015. Their relationship into low criteria with r = -2.443. While between self-esteem
with procrastination have a very significant relationship with p=, 000. Relationships
are both included in the high criteria with a value of r = -8.056.
Keywords: Self-efficacy, Self-esteem, Procrastination, Students of the Public Islamic
Senior High School
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dan
self-esteem dengan perilaku prokrastinasi siswa Madrasah Aliyah Negeri di Malang
Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu korelasi regresi
berganda. Analisis data menggunakan bantuan program SPSS 23.0 for windows. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara self-efficacy dan self-esteem
memiliki hubungan secara signifikan dengan nilai p = ,000. Hubungan antar variabel
termasuk kedalam kriteria sedang dengan nilai R =, 432. Self-efficacy dan self-esteem
menyumbang sebesar 18,7% pengaruh terhadap perilaku prokrastinasi. Perhitungan
secara parsial didapatkan hasil yaitu hubungan antara self-efficacy dengan
prokrastinasi memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan nilai p = ,015.
Hubungan keduanya masuk kedalam kriteria rendah dengan nilai r = -2,443.
Sedangkan antara self-esteem dengan prokrastinasi memiliki hubungan sangat
signifikan dengan nilai p = ,000. Hubungan keduanya termasuk dalam kriteria tinggi
dengan nilai r = -8,056.
Kata Kunci: Prokrastinasi, self-efficacy, self-esteem, Siswa MAN
Pendahuluan
Tugas adalah suatu hal yang tidak bisa lepas dari diri siswa. Baik tugas itu mudah atau sulit
semuanya harus berhasil dikerjakan dengan baik demi nilai yang memuaskan. Namun seringkali
siswa merasa enggan untuk mengerjakan tugas yang dianggap sulit atau bahkan merasa bosan dan
lebih memilih mengerjaka kegiatan lain yang dirasa lebih menyenangkan sehingga mereka lebih
memilih untuk menunda mengerjakan atau menyelesaikan tugas yang ada. Fenomena penundaan
mengerjakan tugas ini bisa disebut dengan Prokrastinasi. Prokrastinasi merupakan perilaku sadar
dan disengaja dalam menunda mengerjakan tugas. Kendall dan Hammen (dalam Fibrianti, 2009)
berpendapat bahwa penundaan tersebut dilakukan individu sebagai bentuk coping yang digunakan
untuk menyesuaikan diri terhadap situasi yang dapat membuatnya stress. Siswa yang mengalami
prokrastinasi disebut sebagai prokrastinator. Prokrastinator akan cenderung untuk melakukan
penundaan mengerjakan tugas atau aktivitas lain seperti belajar, mendatangi suatu pertemuan,