Jurnal Sistem dan Manajemen Industri Vol 2 No 1 Juli 2018, 17-22 Basuki DOI: http://dx.doi.org/10.30656/jsmi.v2i1.557 17 Analisis Sistem Antrian Pelayanan Registrasi Mahasiswa di BAAK Universitas Tridinanti Palembang Mahmud Basuki* Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Tridinanti, Jalan Kapten Marzuki No.2446, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30129 Indonesia ARTICLE INFORMATION ABSTRAK Article history: Received: March 9, 2018 Revised: May 10, 2018 Accepted: July 1, 2018 Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) Universitas Tridinanti Palembang (UTP) merupakan lembaga yang melayani administrasi akademik dan kemahasiswaan UTP. Pengesahan KRS (Kartu Rencana Studi), pengurusan transkip nilai, dan pengambilan ijazah merupakan keperluan mahasiswa di BAAK, sehingga pada kondisi registrasi mahasiswa terutama diakhir masa registrasi, terjadilah antrian yang cukup padat yang mayoritas mahasiswa keperluannya adalah pengesahan KRS. Salah satu faktor penyebabnya bisa karena kurangnya server (petugas pelayanan). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan jumlah server yang sebaiknya digunakan BAAK UTP menggunakan teori antrian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi antrian dalam kondisi padat, perlu ditambahkan 1 server sehingga menjadi 4 server, tingkat kegunaannya yaitu 79%. Kata Kunci: Antrian Mahasiswa Server ABSTRACT Keywords: Queue Server Student Administrative Bureau of Academic and Student Affairs (BAAK) Tridinanti University of Palembang (UTP) is an institution that serves the academic administration and UTP student affairs. The approval of the KRS (Card Study Plan), the management of transcripts of grades, and the taking of diplomas are the requirements of the students at BAAK, so in the registration condition of the students, especially at the end of the registration period, there is a solid queue that the majority of the students need is the endorsement of KRS. One factor could be due to lack of servers (service personnel). The purpose of this study to determine the needs of the number of servers that should be used BAAK UTP using queue theory. The results showed that the condition of queue in solid condition, need to be added 1 server so that become 4 server, level of usage that is 79%. *Corresponding Author Mahmud Basuki E-mail:mahmudbasuki@univ-tridinanti.ac.id © 2018 Penerbit UNSERA. All rights reserved PENDAHULUAN Dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai antrian.Salah satu faktor penyebabnya adalah karena jumlah pengunjung dan server (petugas pelayanan) yang tidak seimbang. Contoh antrian yang terjadi seperti antrian nasabah di bank, antrian masyarakat membayar pajak di kantor pajak, antrian konsumen dalam mengisi bahan bakar minyak, antrian konsumen di warung makan, antrian mahasiswa dalam proses administrasi kuliah, dan lain sebagainya. Dari sudut pandang konsumen, jika terdapat pilihan lebih baik mengantri atau tidak mengantri, tentu pilihan yang akan dipilih adalah tidak mengantri, sehingga keperluannya akan cepat terselesaikan tanpa harus berlama-lama menunggu. Proses antrian berhubungan dengan kedatangan pelanggan pada fasilitas pelayanan, waktu antrian dan meninggalkan fasilitas tersebut [1]. Antrian bisa terjadi karena faktor kurangnya kecepatan pelayanan server (petugas pelayanan), atau juga bisa terjadi karena faktor jumlah server yang melayani tidak memadai. Antrian yang terjadi dapat diminimalisir dengan dilakukannya penganalisaan terhadap kondisi antrian dengan metode Teori Antrian, kemudian Available online at: http://e-jurnal.lppmunsera.org/index.php/JSMI Jurnal Sistem dan Manajemen Industri ISSN (Print) 2580-2887 ISSN (Online) 2580-2895