SISTEM MONITORING DAN KONTROL PENIMBANGAN BAHAN BAKU BERBASIS DESKTOP DI UNIT PENIMBANGAN DAN PRODUKSI PT HANZ CBA INDONESIA Yora Radityohutomo 1 , Dahliar Ananda 2 , Monterico Adrian 3 1,2,3 Program Studi D3 Manajemen Informatika, Fakultas Ilmu Terapan, Universitas Telkom 1 yoratyo@gmail.com, 2 dahliar.ananda@gmail.com, 3 monterico.adrian@gmail.com Abstrak Kemajuan dari teknologi pada sektor manufaktur membuat PT HANZ CBA harus mengubah proses produksi barangnya menjadi terkomputerisasi. Selama ini proses produksi yang meliputi penimbangan bahan baku untuk produksi masih dilakukan secara manual. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan merancang sistem penunjang manufaktur yang terkomputerisasi. Dengan adanya sistem ini diharapkan dapat membantu keseluruhan proses produksi di lapangan, diantaranya dapat meningkatkan akurasi penimbangan bahan material produksi dan membantu supervisor dalam memantau aktivitas produksi. Dari hasil pengujian terhadap aplikasi, maka dapat disimpulkan bahwa sistem yang dibangun dapat mengelola data produksi shop order dan mengintegrasikan fungsi-fungsi produksi yang dijalankan oleh supervisor, operator penimbangan, operator masak dan quality control menjadi serangkaian proses produksi pada unit penimbangan dan produksi PT HANZ CBA. Kata kunci: Sistem Penunjang Manufaktur, Shop Order, Monitoring Abstract The advancement of technology in the manufacturing sector make PT HANZ CBA should change the production process goods to be computerized. During the production process includes weighing the raw material for the production is still done manually. The solution to these problems is to design a manufacturing support system that is computerized. With this system is expected to help the entire production process in the field, which can improve the accuracy of the weighing of materials production and assist the supervisor in monitoring the activities of production. From the result of testing the application, the authors conclude that the developed system can handle data production of shop order and integrate all the production function of supervisor, weighing operator, mixing operator and quality control to be the series of production process in weighing and production unit PT HANZ CBA. Keywords: Manufacturing Support System, Shop Order, Monitoring 1. Pendahuluan PT HANZ CBA merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi makanan dan minuman ringan. Selama ini proses pencatatan pemakaian bahan baku untuk produksi masih dilakukan secara manual. Supervisor mengalami kesulitan dalam memantau aktivitas produksi dikarenakan cakupan area produksi yang luas. Dalam hal penimbangan sering terjadi kesalahan karena prosesnya masih menggunakan timbangan konvensional. Pendokumentasian produksi dilakukan secara manual dengan kertas worksheet, sehingga operator pengaduk kesulitan mengecek kelengkapan material dan operator quality control sulit untuk memberitahu operator timbang jika ada penambahan bahan material untuk produksi. Dari beberapa masalah tersebut maka dibangun sebuah sistem monitoring yang dapat memantau aktivitas produksi secara real time. Aplikasi yang diterapkan terintegrasi dengan timbangan digital sehingga memudahkan operator timbang membaca indikator penimbangan. Dengan adanya fitur notifikasi maka operator penimbangan dapat melihat pemberitahuan adanya penambahan material dari quality control. Sistem yang diterapkan berupa aplikasi desktop client-server dengan menggunakan Bahasa pemrograman Java dan MySQL sebagai manajemen basis datanya. Data yang dikelola merupakan data siap produksi di area produksi serta tidak menangani bagian perencanaan dan finishing produk. 2. Landasan Teori 2.1 Sistem Penunjang Manufaktur Agar pengoperasian fasilitas produksi berlangsung efisien, sebuah pabrik harus melakukan swakelola dirinya untuk merancang proses dan mengendalikan aturan produksi, serta memenuhi persyaratan kualitas produksi. Fungsi-fungsi ini harus dilaksanakan oleh sistem penunjang manufaktur yang terdiri dari aturan-aturan yang digunakan perusahaan untuk mengelola operasi produksinya. Secara umum penunjang ini tidak memiliki kontak langsung dengan produk yang sedang diproses, tetapi justru sistem ini berfungsi merencanakan dan mengendalikan perkembangan produk sepanjang proses produksinya dalam pabrik. [1] 2.2 Sistem Penunjang Manufaktur Terkomputerisasi Otomasi dari sistem penunjang manufaktur bertujuan untuk mengurangi usaha yang harus dilakukan secara manual atau kerja kasar dalam bidang perancangan produk, perencanaan dan pengendalian manufaktur serta fungsi-fungsi usaha dalam suatu perusahaan. Hampir semua sistem penunjang manufaktur modern diimplementasikan memakai komputer. Tentu saja teknologi komputer juga digunakan untuk mengimplementasikan otomasi manufaktur di suatu pabrik. Istilah sistem manufaktur terintegrasi berbasis komputer (Computer-Integrated Manufacturing) menandai penggunaan komputer secara luas dan intensif untuk merancang produk, merencanakan produksi, mengendalikan operasi dan melakukan fungsi-fungsi usaha terkait yang dibutuhkan perusahaan. Sistem manufaktur terintegrasi berbasis komputer yang tepat melibatkan proses integrasi semua fungsi- fungsi diatas ke dalam suatu sistem yang akan beroperasi ke seluruh perusahaan.[1] 2.3 UML Unified Modeling Language (UML) adalah keluarga notasi grafis yang didukung oleh meta model tunggal, yang membantu pendeskripsian dan sistem desain perangkat lunak, khususnya sistem yang dibangun menggunakan pemrograman berorientasi objek (PBO). UML merupakan standar yang relatif terbuka yang dikontrol oleh Object Management Group (OMG). OMG dibentuk untuk membuat standar-standar yang mendukung interoperabilitas, khususnya interoperabilitas sistem berorientasi objek.[2] UML lahir dari penggabungan banyak bahasa pemodelan grafis berorientasi ojek yang berkembang pesat pada akhir 1980- 1990-an. Pada tahun 1996, Object Management Group (OMG) mengajukan proposal agar adanya standarisasi pemodelah berorientasi objek dan pada bulan September 1997 UML diakomodasi oleh OMG sehingga sampai saat ini UML telah memberikan kontribusinya yang cukup besar didalam metodologi berorientasi objek dan hal-hal yang terkait didalamnya. Secara fisik, UML adalah sekumpulan spesifikasi ang dikeluarkan oleh OMG.[3] ISSN : 2442-5826 e-Proceeding of Applied Science : Vol.1, No.3 Desember 2015 | Page 1627