34 JAFRe, Vol. 5 Issue 1, April 2021 ANALISIS PERKEMBANGAN KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN LUWU UTARA Elvin Bosso 1 , Fina Diana 2 , A. Asirah 3 123 Universitas Patria Artha Fina71diana@gmail.com 1 ABSTRACT This study aims to determine the level of development of financial capacity in North Luwu Regency in order to support the implementation of regional autonomy. The analytical method used in this research is descriptive and quantitative analysis methods. The data used is secondary data from related government agencies, namely regarding the Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD) in the 2016-2019 period. The results of the descriptive analysis show that from 2016-2019 the income of Kab. North Luwu continues to experience an increase. This is because the percentage of increase in regional income has increased which is almost close to the percentage of increase in regional spending. When viewed from the results of the quantitative analysis, it can be concluded that Kab. North Luwu has not been financially able to finance its own governmental activities in its region. This can be seen from the low proportion of PAD to TPD from 2016-2019, with an average of 20.59%. District self-reliance ratio calculation. North Luwu shows an average yield of 6.35%. This illustrates that Kab. North Luwu has a pattern of instructive relationships, where financial dependence on the central government is still very high. Keywords: DDF; Regional Tax and Retribution Performance Indicators; Regional Financial Independence ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perkembangan kemampuan keuangan di Kabupaten Luwu Utara dalam rangka mendukung pelaksanaan Otonomi daerah. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari instansi pemerintah terkait, yakni mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam kurun waktu 2016-2019. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa dari tahun 2016-2019 pendapatan Kab. Luwu Utara terus mengalami peningkatan, Ini disebabkan karena prosentase peningkatan pendapatan daerah mengalami peningkatan yang hampir mendekati prosentase peningkatan belanja daerah. Adapun jika dilihat dari hasil analisis kuantitatifnya, dapat disimpulkan bahwa Kab. Luwu Utara belum mampu secara keuangan dalam membiayai sendiri kegiatan penyelenggaraan pemerintahan di daerahnya. Ini terlihat dari masih rendahnya proporsi PAD terhadap TPD dari tahun 2016-2019, dengan rata-rata sebesar 20,59%. Perhitungan rasio kemandirian Kab. Luwu Utara menunjukkan hasil rata-rata sebesar 6,35%. Hal tersebut menggambarkan bahwa Kab. Luwu Utara memiliki pola hubungan instruktif, dimana ketergantungan finansial terhadap pemerintah pusat masih sangat tinggi. Kata kunci: DDF; Indikator Kinerja Pajak dan Retribusi Daerah; Kemandirian Keuangan Daerah