Prosiding Seminar Nasional POKJANAS TOI ke-52 Tahun 2017 STIFAR Riau ISBN : 978-602-50854-0-6 362 Uji Larvasida Ekstrak n-heksan Daun Zodia (Evodia suaveolens Scheff.) Terhadap Dua Vektor Larva Nyamuk Aedes albopictus dan Culex spp Larvicides Test of Zodia Leaves n-hexane Extracts Againts Two Mosquitoes’ Larvae Vector : Aedes albopictus dan Culex spp Ema Dewanti, Rini Prastiwi, Ummu Syarifah, Dede Lusianah Fakultas Farmasi dan Sains Universitas Muhammadiyah Prof.DR. Hamka Jln. Delima II/IV, Klender, Jakarta Timur Email: ema_dewanti@yahoo.com ABSTRAK Insektisida nabati dapat digunakan untuk mengendalikan dan mencegah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. Salah satu alternatif bahan insektisida nabati adalah daun zodia (Evodia suaveolens Scheff.) yang telah dikenal sebagai tanaman pengusir nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek larvasida dan nilai LC50 dari ekstrak daun zodia terhadap larva nyamuk Aedes albopictus dan Culex spp. Penelitian ini menggunakan ekstrak n- heksan daun zodia dengan variasi konsentrasi 10 ppm; 31,62 ppm; 99,98 ppm; 316,13 ppm; 1000 ppm dan kontrol. Metode yang digunakan adalah metode bioassay yang telah distandarisasi oleh WHO (2005). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian 50% larva nyamuk Aedes albopictus dan Culex spp. (LC50-24 jam) adalah 106,036 ppm dan 116,9110 ppm. Berdasarkan hasil uji probit nilai LC50 masuk ke dalam rentang 100-149 ppm maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak n-heksan daun zodia termasuk ke dalam golongan larvasida dengan tingkat toksisitas moderat tinggi. Kata Kunci: Larvasida, Aedes albopictus, Culex spp. ABSTRACT Plant-based insecticides can be used incontrolling and preventing diseases caused by the mosquitoes. One of the alternative natural insecticide material is zodia leaves (Evodia suaveolens Scheff.) who has been known as a mosquito repellent plants. This study aimed to determine the effect larvicides zodia leaves againt Culex spp. mosquitoes’ larvae and find out the value of LC50 extract zodia as larvacidal of mosquito Aedes albopictus and Culex spp. This study used zodia leaves n-hexane extract with various concentration 10 ppm; 31,62 ppm; 99,98 ppm; 316,13 ppm; 1000 ppm and controls. The method used is Bioasssay method who is standarised by WHO (2005). Data were analyzed using Probit Regresion. The results showed that 50% mortality of Aedes albopictus and Culex spp. mosquitoes’ larvae (LC50-24 h) was 106,036 ppm and 116,9110 ppm. Based on the results of probit analysis from LC50 were entered into the range of 100-149 ppm, it can be concluded that the zodia leaves n-hexane extract including larvicides with a moderate level of high toxicity. Keywords: Larvicide, Aedes albopictus, Culex spp. PENDAHULUAN Indonesia adalah negara beriklim tropis dengan kelembaban dan suhu optimal yang mendukung kelangsungan hidup nyamuk. Penyakit yang banyak terjadi pada daerah tropis yang disebabkan oleh nyamuk antara lain adalah demam berdarah, kaki gajah dan malaria (Lailatul et al. 2010). World Health Organization (WHO) mencatat negara Indonesia sebagai negara dengan kasus demam berdarah tertinggi di Asia Tenggara. Dari jumlah keseluruhan kasus tersebut, sekitar 95% terjadi pada anak di bawah 15 tahun (Adifian et al. 2013). Nyamuk Aedes berperan sebagai vektor virus dengue penyebab demam berdarah dengue. Di Indonesia dikenal terdapat 2 vektor virus dengue, vektor utama yaitu Aedes aegypti dan Aedes albopictus sebagai vektor sekunder, keduanya tersebar diberbagai pelosok tanah air. Kemampuan Aedes aegypti dan Aedes albopictus dalam menularkan penyakit dengue adalah sama. Tiap daerah di Indonesia memiliki bioekologi yang berbeda dan lingkungan geografi wilayah Indonesia sangat beragam, 2 faktor inilah yang mendukung penyebaran penyakit demam berdarah selain faktor kebersihan lingkungan serta pemberantasan nyamuk Aedes yang tidak efektif (Soedarto 2012). brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by UHAMKA Repository