1 Perancangan Kontrol masukan bahan bakar pada Sistem Peralatan Konversi Bahan Bakar Gas pada Motor Diesel (Dual fuel) Kristian Ismail Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik- LIPI kris005@lipi.go.id Widodo Budi S. Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik- LIPI widodo.budi@lipi.go.id Arifin Nur Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik- LIPI arifin.nur@lipi.go.id Abstrak Pengembangan sumber-sumber energi alternatif dalam rangka mengurangi ketergantungan pada satu sumber energi serta penggunaan sumber energi yang ramah lingkungan telah menjadi agenda penting dalam kaitannya dengan kebijakan energi nasional. Salah satu komponen penelitian tentang peralatan konversi bahan bakar yaitu penelitian sistem pengontrol masukan bahan bakar diesel (diesel modul ). Pada tulisan ini akan dibahas bagai mana merancang sistem kontrol masukan bahan bakar dual fuel dengan menggunakan sebuah cetral processing dan real time monitoring dibantu dengan module interface yang bertujuan agar hasil ahirnya memiliki kemudahan dalam penggunaan (user friendly). Kata kunci: diesel, dual fuel ,kontroler ,module diesel, ramah lingkungan 1. Pendahuluan Untuk bisa beroperasi secara dual fuel dengan bahan bahan gas sebagai bahan bakar utama, pada motor diesel perlu ditambahkan beberapa komponen pendukung. Dari sisi bahan bakar gas, komponen itu meliputi tabung gas termasuk katup pengisiannya atau jalur pipa gas, filter gas, regulator tekanan, dan injektor CNG atau mixer yang mencampur gas dan udara. Hal kedua yang menjadi masalah yang diteliti adalah sistem kontrol bahan bakar gas dan diesel. Pada bahan bakar gas, pengontrolan dilakukan pada aliran gas yang diperlukan sesuai dengan beban genset. Pada sisi bahan bakar diesel, pengontrolan difokuskan pada jumlah bahan bakar minimum yang diinjeksikan agar terjadi penya-laan di ruang bakar. 2. Metodologi 2.1 Kontrol dual fuel Secara grafis, algoritma pengontrolan motor dual fuel stasioner ditunjukkan pada gambar 1. Pada saat tanpa beban, genset beroperasi dengan bahan bakar diesel saja. Kondisi ini berlangsung sampai dengan beban mencapai 30%. Pemilihan batas beban 30% ini untuk menjamin keberlang-sungan pembakaran dengan baik. Jika beban yang diberikan melebihi 30% akan terjadi penurunan putaran genset sehingga tegangan juga turun. Untuk mengembalikan ke kondisi normal, pasokan gas ditambahkan melalui katup gas sampai putaran kembali normal (putaran generator mencapai 1500 rpm) Sistem kontrol dual fuel juga memperhatikan kondisi darurat (emergency), misalnya pada saat pasokan gas terhambat atau terjadi penurunan beban secara tiba- tiba.