E-Jurnal Matematika Vol. 6 (4), November 2017, pp. 253-259 ISSN: 2303-1751 DOI: https://doi.org/10.24843/MTK.2017.v06.i04.p175 253 PENENTUAN NILAI PREMI ASURANSI PERTANIAN PADA KOMODITAS KOPI BERBASIS HARGA INTERNASIONAL MENGGUNAKAN MODEL MEAN REVERSION DENGAN LOMPATAN Intan Lestari¹ § , Komang Dharmawan², Desak Putu Eka Nilakusmawati³ 1 Jurusan Matematika, FMIPA Universitas Udayana [Email: intanlestari666@gmail.com] 2 Jurusan Matematika, FMIPA Universitas Udayana [Email: k.dharmawan@gmail.com] 3 Jurusan Matematika, FMIPA Universitas Udayana [Email: nilakusmawati@unud.ac.id] § Corresponding Author ABSTRACT Agricultural insurance with the interantional price is new insurance in Indonesia. The international insurance premium is given if the international prices lower than the determined trigger value. The purpose of this study is to presents the steps needed to determine the premium value of the agricultural insurance. The steps are to search data of the international prices and local prices commodity coffee, calculate the return of both data, calculate descriptive statistic, calculate correlation between international prices of commodity coffee and local prices commodity coffee, estimate the parameter by using Maksimum Likelihood Estimasi(MLE), to do the Monte Carlo simulation by using Mean Reversion with Jump Diffusion, to determine the production cost, normality log test, to determine the trigger indexs, and to count the premium value with put cash-or-nothing option. On this study if international prices lower than the determined trigger value, trigger payments as much as Rp 20.248.282,4/Ha based on trigger index as many Rp 24.900/kg, so amount of premium payment equals Rp 334.000. Keywords: Agricultural Insurance, International commodity coffee price, Mean Reversion with Jump Diffusion, Put Cash-or-Nothing Option 1. PENDAHULUAN Di Indonesia komoditas kopi menjadi salah satu komoditas ekspor ungggulan di dunia yang telah berhasil meraih peringkat ketiga setelah Brazil dan Vietnam. Pada periode 1980-2013 neraca perdagangan kopi Indonesia mengalami surplus. Gejolak harga yang dialami oleh komoditas kopi berpengaruh terhadap harga pada tingkat produsen (petani). Hal ini berdampak bagi petani kopi berupa risiko ancaman kerugian saat gagal panen. Menurut Zorilla (2002) risiko usaha tani dipengaruhi oleh faktor iklim, faktor sanitasi, faktor geologi, faktor pasar dan faktor risiko yang dibuat oleh manusia itu sendiri. Faktor pasar tersebut berpengaruh terhadap risiko harga yang dikarenakan oleh harga komoditas kopi ditentukan oleh harga internasional yang fluktuasinya dipengaruhi oleh supply dan demand dari negara-negara produsen kopi dunia. Selain itu fluktuasi harga juga mengandung unsur risiko jika harga internasional mengalami lompatan. Lompatan adalah suatu kejadian saat harga pasar tiba-tiba melonjak naik atau anjlok dalam rentang waktu yang singkat (Tankov, 2008). Menurut Sedana et al. (2016) model Mean Reversion menyatakan bahwa harga akan cenderung kembali ketingkat nilai rata-rata. Jika harga naik atau menurun, yang artinya menjauh dari nilai rata-rata, maka pada saatnya nanti akan berbalik arah, kembali ke tingkat rata-rata. Sehingga penulis menggunakan model Mean Reversion dengan lompatan untuk melihat lompatannya. Menurut Dharmawan et al., (2016) Asuransi diberikan pada usaha tani untuk