E-Jurnal Matematika Vol. 7(3), Agustus 2018, pp. 239-245 ISSN: 2303-1751 DOI: https://doi.org/10.24843/MTK.2018.v07.i03.p209 239 ESTIMASI NILAI IMPLIED VOLATILITY MENGGUNAKAN SIMULASI MONTE CARLO Makbul Muflihunallah¹ § , Komang Dharmawan², Ni Made Asih³ ¹Program Studi Matematika, Fakultas MIPA–Universitas Udayana [Email: muflihunallah@gmail.com] ²Program Studi Matematika, Fakultas MIPA–Universitas Udayana [Email: k.dharmawan@unud.ac.id] ³Program Studi Matematika, Fakultas MIPA–Universitas Udayana [Email: madeasih@unud.ac.id] § Corresponding Author ABSTRACT Investing among investors is an exciting activity to gain profit in the financial world. The development of investment in the financial world affects the number of alternative investment instruments that can be offered to investors in the capital market. The management of instruments in finance depends on the accuracy of forecasting of variables for example volatility. Volatility is a statistic of the degree of price variation in one period to the next which is expressed by σ. Volatility values can be estimated using Implied Volatility. Implied Volatility is the volatility used in determining the price of European options obtained by equalizing the price of the theoretical options, the price obtained from the Black- Scholes model, with the option price in the market. In this research will discuss how to estimate Implied Volatility value using the option obtained from simulation with Monte Carlo. Keywords: Implied Volatility, Monte Carlo 1. PENDAHULUAN Berinvestasi dikalangan investor adalah kegiatan yang menarik untuk mendapatkan keuntungan yang optimal. Instrumen yang dapat digunakan untuk memperoleh keuntungan dalam berinvestasi salah satunya instrumen derivatif. Instrument derivatif merupakan suatu kontrak atau perjanjian penukaran pembayaran yang nilainya bergantung pada nilai dari aset lain yang lebih mendasar, sebagai contohnya kontrak opsi dengan aset dasar saham. Kontrak opsi saham adalah suatu perjanjian atau kontrak yang terjadi di antara penjual dan pembeli opsi saham, dimana penjual menjamin adanya hak dan bukan merupakan suatu kewajiban kepada pembeli opsi saham untuk membeli atau menjual saham pada waktu tertentu dan harga yang telah disepakati (Brigham dan Houston, 2011). Semakin berkembangnya pasar opsi saham, maka semakin berkembang juga pengetahuan dalam memprediksi suatu pergerakan harga kontrak opsi saham dan memperkirakan segala kemungkinan yang bisa terjadi, dengan tujuan untuk meminimalkan kerugian dan memaksimalkan keuntungan. Salah satu perusahaan yang menjual kontrak opsi saham adalah Perseroan Terbatas Telekomunikasi Indonesia,Tbk. (PT. Telkom). PT Telkom merupakan sebuah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia yang menyediakan layanan jaringan dan telekomunikasi diantaranya layanan InfoComm, telepon rumah, telepon seluler, dan internet (www.telkom.co.id). Pengelolaan instrumen dalam dunia keuangan bergantung pada akurasi peramalan beberapa peubah (variables) sebagai contoh volatilitas (volatility). Faktor volatilitas atau volatility merupakan pengukuran statistik dari derajat variasi harga pada satu periode ke periode selanjutnya yang dinyatakan dengan (Lya Aklimawati, 2013). Meningkatnya volatilitas menyebabkan probabilitas untuk memperoleh harga aset dasar yang lebih tinggi atau lebih rendah pada saat opsi jatuh tempo juga akan meningkat. Maka dari itu penafsiran nilai volatilitas perlu dilakukan karena nilai volatilitas bergerak secara random dan tidak