197 ANALISIS PENENTUAN DAYA DAN TEMPERATUR KONDISI TUNAK PADA PENGUJIAN KONSUMSI ENERGI LEMARI PENDINGIN BERDASARKAN IEC 62552:2015 Determination Analysis of Steady-State Power and Temperature in Testing of Refrigerator Energy Consumption Based on IEC 62552:2015 Nanang Kusnandar, Prayoga Bakti, Iput Kasiyanto, Qudsiyyatul Lailiyah Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian – LIPI Gedung 417, Jalan Kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang, banten, Indonesia e-mail: nkusnandar@yahoo.com Diterima: 6 Agustus 2018, Direvisi: 13 November 2018, Disetujui: 15 November 2018 Abstrak Perhitungan konsumsi energi suatu piranti kelistrikan rumah tangga diperlukan sebagai dasar penentuan taraf/level bintang untuk labelisasi energi produk tersebut. Pada produk lemari pendingin (kulkas), perhitungan konsumsi energi dilakukan pada saat daya dan temperatur sudah mencapai kondisi tunak (steady state). Berdasarkan IEC 62552:2015, terdapat dua pendekatan untuk menentukan kondisi tunak, yaitu pendekatan SS1 dan SS2. Makalah ini mengkaji perbandingan hasil antara kedua pendekatan tersebut dengan menggunakan data pengukuran daya dan temperatur dari suatu lemari pendingin dua pintu. Metode pengujian dan pengukuran dilakukan dengan mengacu kepada standar IEC 62552-1:2015 dan IEC 62552-3:2015. Hasil kajian menunjukkan bahwa daya dan temperatur kondisi tunak yang didapatkan dengan menggunakan pendekatan SS1 tidak berbeda jauh dengan yang menggunakan pendekatan SS2. Kata kunci: konsumsi energi, lemari pendingin, IEC 62552:2015, pendekatan SS1, pendekatan SS2 Abstract The calculation of energy consumption of a household electrical appliance is required as a basis for determining the star level for the energy labeling of the product. For refrigerator product, the energy consumption is calculated when power and temperature have reached steady state. Based on IEC 62552: 2015, there are two possible cases with respect to determination of steady state conditions, namely Case SS1 and Case SS2 approaches. This paper examined the comparison of results between the two cases using the measurement data of power and temperature of a two-door refrigerator. Testing and measurement methods were carried out refer to IEC 62552-1: 2015 and IEC 62552-3: 2015 standard. The results showed that the steady-state power and temperature obtained using case SS1 were not much different from those using case SS2. Keyword: energy consumption, refrigerator, IEC 62552:2015, case SS1, case SS2 1. PENDAHULUAN Penerapan standar efisiensi energi dan program labelisasi energi untuk produk kelistrikan rumah tangga merupakan salah satu strategi yang paling populer digunakan oleh pemerintah di banyak negara. Kebijakan ini dipandang cukup efektif dalam menghemat penggunaan energi dan memberikan edukasi terhadap konsumen (masyarakat) untuk menggunakan energi secara bijaksana (Mahlia & Saidur, 2010). Pada prakteknya, kebijakan ini akan menerapkan nilai minimum energy performance standard (MEPS) atau standar kinerja energi minimum (SKEM) untuk setiap produk, sehingga bisa meningkatkan efisiensi energi produk di pasaran karena dengan sendirinya produk-produk yang tidak memenuhi MEPS akan tereliminasi dan hanya produk- produk yang lebih efisien sajalah yang mampu bertahan (Chunekar, 2014). Di Amerika Serikat, penegakan standar efisiensi energi minimum dinilai mampu berkontribusi pada pengurangan yang signifikan dalam permintaan listrik sektor perumahan dan komersial, serta berpotensi untuk mengurangi jumlah pembangkit listrik baru (Bansal dkk, 2011). Di Indonesia, peneraan label energi untuk piranti rumah tangga telah diatur dalam SNI 04- 6958-2003. Selain itu, beberapa standar kinerja produk juga sudah dikeluarkan oleh BSN dan menjadi dasar dalam penentuan konsumsi energi produk-produk tersebut, antara lain: SNI IEC