Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 2022, 01, 28-38 DOI: 10.20961/jpscr.v7i1.53514 Perbandingan Efektivitas Angiotensin Receptor Blocker (ARB) dengan Calcium Channel Blocker (CCB) Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis dengan Hemodialisis Wuri Kinanti 1 *, Tri Murti Andayani 1 dan Fredie Irijanto 2 1 Program Studi Magister Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Jl. Sekip Utara, Sleman, Yogyakarta, Indonesia, 55281. 2 Divisi Renal dan Dialisis, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, Jl. dr. Soeradji Tirtonegoro No.1, Tegalyoso, Klaten, Indonesia, 57424. *email korespondensi: kinantiwuri@gmail.com Received 20 July 2021, Accepted 22 November 2021, Published 15 March 2022 Abstrak: Prevalensi pasien Penyakit Ginjal Kronis (PGK) berbanding lurus dengan peningkatan kejadian hipertensi. Penatalaksanaan hipertensi yang tepat dan efektif dibutuhkan pada kondisi PGK dalam hal pengendalian tekanan darah maupun memperlambat kejadian penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas Angiotensin Receptor Blocker (ARB) terhadap Calcium Channel Blocker (CCB) pada pasien PGK. Penelitian observasional ini dilakukan di RS Bethesda Yogyakarta dan merupakan penelitian dengan rancangan kohort retrospektif pada pasien PGK dengan hemodialisis (HD) yang mendapatkan terapi hipertensi pada periode tahun 2014-2019. Penelitian ini melibatkan 50 pasien yang direkrut secara total population sampling. Kelompok penelitian terdiri dari kelompok pasien yang mendapatkan terapi. Luaran klinis yang diamati adalah kejadian tekanan darah terkontrol dan kejadian kardiovaskular dalam waktu 12 bulan sejak index date. Hubungan antara jenis terapi dengan luaran klinis dianalisis dengan Chi-square sedangkan analisis survival dilakukan dengan metode Kaplan-Meier kemudian dilanjutkan dengan Log Rank Test. Kelompok terapi ARB menunjukkan proporsi kejadian tekanan darah tak terkontrol dan kejadian kardiovaskular yang lebih rendah dibandingkan kelompok terapi CCB (64% vs 84%, p=0,107; 16% vs 24%, p=0,48). Mean survival time kejadian tekanan darah tak terkontrol maupun kejadian kardiovaskular kelompok ARB lebih lama dibandingkan kelompok CCB (HR=0,513; CI 95%=0,241-1,092; p=0,128; HR=0,401; CI 95%=0,081- 1,987; p=0,495). Hasil penelitian ini menunjukkan kejadian luaran klinis maupun waktu kejadian luaran klinis tidak berbeda bermakna antara kedua kelompok terapi. Penelitian dengan jumlah sampel lebih banyak dan periode pengamatan lebih lama dibutuhkan untuk mengetahui luaran klinis lebih lanjut antara ARB dan CCB pada pasien PGK dengan hemodialisis. Kata kunci: analisis survival; ARB; CCB; kardiovaskular; tekanan darah Abstract. Comparison of Clinical Outcome Angiotensin Receptor Blocker (ARB) versus Calcium Channel Blocker (CCB) in Chronic Kidney Disease Patient with Hemodialysis. The prevalence of patients with chronic kidney disease (CKD) is directly proportional to the increase in the hypertension incidence. Appropriate and effective management of hypertension is needed in CKD conditions, namely in terms of controlling blood pressure and slowing the incidence of cardiovascular disease. This study aimed to compare the effectiveness of ARB to CCB in CKD patients. This observational study was conducted at Bethesda Hospital Yogyakarta. This was a retrospective cohort study design in CKD patients on hemodialysis (HD) who received hypertension therapy in 2014-2019. This study involved 50 patients who recruited by total population sampling. The research group was divided into two which are the group who received ARB and CCB. The clinical outcomes observed were