1 STUDI ISLAM INTEGRALISTIK: ANTARA NORMATIVITAS DAN HISTORISITAS (Mencari Format Studi Islam Yang Utuh) Oleh: Syafruddin Syam, S.Ag, M.Ag A. Pendahuluan Islam merupakan agama besar dunia yang mendapat sorotan dari berbagai kalangan, baik dari perspektif insider (kalangana umat Islam), maupun perspektif outsider (kalangan luar Islam. baca : Barat). Era globalisasi yang terjadi di dunia saat ini, menggiring manusia terhadap kemampuan mengakses informasi secara lebih cepat dan terbuka, termasuk isu-isu yang terkait dengan problematika dunia internasional, khususnya dunia Islam yang saat ini banyak dikaitkan dengan kelompok fundamentalis, dan radikal. Dengan fenomena saat ini, dimana Islam sebagai salah satu objek perbincangan dalam dunia internasional, maka langkah yang sangat bijak adalah bagaimana para penstudi Islam terlebih bagi kalangan ilmuwan Islam sendiri untuk dapat menjelaskan segi-segi Islam yang dapat mencerahkan pemahaman tentang apa dan bagaimana Islam itu. Hal ini sangat signfikan untuk ditelaah lebih dalam dan komprehensif, karena ternyata kekeliruan pemahaman tentang Islam tidak hanya terjadi bagi masyarakat luar Islam, namun juga di kalangan umat Islam sendiri. Pemahaman yang integralistik (menyatu) terhadap Islam, antara aspek Islam yang bersifat normatif dan aspek Islam yang bersifat historis, merupakan salah satu langkah yang cukup urgen untuk dapat memberikan penjelasan terhadap Islam sebagai agama yang patut untuk didalami secara objektif dan benar. brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Repository UIN Sumatera Utara