Jati: Jurnal Akuntansi Terapan Indonesia
Vol 1 No 2 Hal 91-99 Oktober 2018
Menilai Kinerja Keuangan dengan
Analisis Rasio Keuangan: Studi
Kasus BKAD Sleman
http://journal.umy.ac.id/index.php/jati
©2018 JATI. All rights reserved
DOI: 10.18196/jati.010210
DATA ARTIKEL:
Diterima: 31 Juli 2018
Direviu: 7 Agustus 2018
Direvisi: 30 Oktober 2018
Disetujui: 31 Oktober 2018
DESI SUSILAWATI*, LINDA KUSUMASTUTI WARDANA,
INTAN FAJAR RAHMAWATI
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
*Email korespondensi: desisusilawati@umy.ac.id
TOPIK ARTIKEL:
Analisis Laporan Keuangan
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan
untuk mengukur independensi pemerintah da-
erah dalam melaksanakan otonomi daerah di
Kabupaten Sleman dengan menilai kinerja ke-
uangan Badan Keuangan dan Aset Daerah
(BKAD) berdasarkan Laporan Realisasi Angga-
ran (LRA) selama 5 tahun dari 2012-2016 de-
ngan cara menganalisis rasio kemandirian ke-
uangan regional, rasio efisiensi pembelian, ana-
lisis varian, tingkat desentralisasi, rasio keter-
gantungan keuangan regional, dan rasio ca-
kupan layanan utang (DSC). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pola hubungan keman-
dirian pemerintah daerah dianggap belum cu-
kup independen, tetapi tingkat efisiensi penge-
lolaan keuangan dinilai efisien. Tingkat desen-
tralisasi fiskal Kabupaten Sleman dianggap
cukup karena realisasi pendapatan PAD sangat
efektif, namun tingkat ketergantungan keuang-
an daerah terhadap pemerintah pusat dianggap
sangat tinggi. Salah satu faktornya adalah kare-
na kurangnya kontribusi dari Pajak Bumi dan
Bangunan Pendapatan ke PAD. Situasi ini
disebabkan oleh pendapatan Pajak Bumi dan
Bangunan yang tidak efektif. Rasio partum-
buhan menunjukkan bahwa kemampuan Pe-
merintah Kabupaten Sleman dalam memper-
tahankan dan meningkatkan keberhasilan ber-
fluktuasi.
Kata Kunci: Rasio Kemandirian, Rasio
Efektivitas, Kontribusi Pajak Bumi dan
Bangunan
ABSTRACT: This research aims to measure the
independence of regional government in practicing re-
gional autonomy in Sleman Regency by assessing the
the financial performance of The Regional Board of Finance and Asset
(BKAD) based on the Budget Realization Report (LRA) for 5 years from
2012-2016 by analyzing the regional financial independence ratio,
purchasing efficiency ratio, variants analysis, decentralization degree,
regional financial dependency ratio, and debt service coverage ratio
(DSCR). The result of this research shows that the relationship pattern of
regional government independence is considered not independent enough,
but the level of financial management efficiency is considered efficient.
The degree of Sleman Regency fiscal decentralization is considered
sufficient because the realization of PAD income is very effective,
however the level of regional financial dependency toward central
government is considered very high. One of the factors is due to lack of
contribution from Land and Building Tax Income to PAD. This
situation is caused by ineffective Land and Building Tax income. The
growth ratio shows that the ability of Sleman Regency Government in
maintaining and improving success fluctuates.
Keywords: Self-Sufficiency Ratio, Effectiveness Ratio, Contri-
bution Of Land and Building Tax
SITASI ARTIKEL:
Susilawati, D., Wardana, L., K., & Rahmawati, I., F. (2018).
Kinerja Keuangan Dengan Financial Ratio Analisys: Studi Kasus
Bkad Sleman. Jati: Jurnal Akuntansi Terapan Indonesia, 1(2), 91-
99.
PENDAHULUAN
Adanya otonomi daerah yang merupakan konsep
pembangunan ekonomi berbasis desentralisasi pemerintah-
an daerah mempunyai wewenang seluas-luasnya untuk me-
nyelenggarakan dan mengatur pemerintahan yang menca-
kup kewenangan seperti mengatur pembangunan daerah,
memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan mengatur
urusan pemerintahan lainnya. Konsekuensi adanya otonomi
daerah yaitu pemerintah daerah harus memiliki sumber keu-