183 PENGARUH EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP EFEK SEDASI PADA MENCIT (Mus musculus L.) DAN SUMBANGANNYA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SMA Dwi Puspita Sari, Lucia Maria Santoso, Kodri Madang Universitas Sriwijaya Abstrak: Penelitian pemanfaatan ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) telah dilakukan untuk mengetahui potensinya dalam memberikan efek sedasi pada mencit ( Mus musculus L.). Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan analisis keragaman. Penelitian menggunakan 24 mencit jantan yang terdiri dari empat perlakuan dan enam ulangan. Perlakuan pemberian dosis ekstrak daun pepaya terdiri dari 0 mg/10 g BB, 2 mg/10 g BB, 4 mg/10 g BB, dan 8 mg/10 g BB. Data waktu ketahanan mencit di atas hot plate dianalisis dengan perhitungan analisis keragaman dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian yang didapatkan adalah rata-rata waktu mencit bertahan di atas hot plate yang tertinggi terdapat pada dosis 8 mg/10 g BB yaitu 211,67 detik. Analisis keragaman menunjukan bahwa ekstrak etanol daun pepaya berpengaruh sangat nyata terhadap ketahanan mencit terhadap panas di atas hot plate. Uji BNT menunjukan bahwa terdapat dosis ekstrak etanol daun pepaya yang efektif meningkatkan waktu ketahanan mencit di atas hot plate yaitu pada dosis 8 mg/10 g BB. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi bagi Pembelajaran Biologi SMA kelas XI semester II pada kompetensi dasar 3.8 khususnya mengenai Gangguan pada sistem koordinasi Kata kunci : Carica papaya L., sedasi, Mus musculus L. PENDAHULUAN Sedasi adalah suatu keadaan terjadinya penurunan kepekaan terhadap rangsangan dari luar karena ada penekanan sistem saraf pusat. Efek sedasi dapat terlihat dari menurunya aktivitas motorik (Rosenfeld dan Loose, 2007) karena koordinasi dan sinkronisasi gerakan otot diatur oleh saraf pusat (Priguna, 1979). Berbagai bahan-bahan farmatologi telah digunakan untuk menimbulkan efek sedasi. Obat tersebut ialah obat-obatan dari golongan benzodiazepin dan golongan barbiturat (Katzung, 2007) yang contohnya terjadi dalam pengobatan insomnia. Penelitian mengenai efek sedasi telah banyak dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan alami, sebagai contoh ekstrak akar tumbuhan putri malu memiliki efek sedasi dengan dosis 8 mg/10 g BB telah menurunkan aktivitas lokomotor (Adhale dkk., 2012). Selanjutnya, ekstrak daun chaya secara signifikan menghambat aktivitas motorik secara spontan dibandingkan dengan perlakuan dengan slinitas dan diazepam (Adebiyi dkk., 2012). Begitu pula dengan ekstrak bunga dan tangkai lavender, tumbuhan ini menghasilkan efek sedasi yang signifikan pada dosis 2 mg/10 g BB, 4 mg/10 g BB dan 8 mg /10 g BB (Alnamer dkk., 2012). Jadi, secara alami beberapa tumbuhan mengandung obat sedatif dengan dosis yang variatif. Penelitian pemanfaatan tumbuhan sebagai obat sedatif telah banyak dilakukan, namun pemanfaatan daun pepaya belumlah sepenuhnya dimanfaatkan sebagai obat sedatif. Menurut (Depkes, 2000) daun, akar dan kulit batang Carica papaya, Linn. mengandung alkaloid, saponin dan flavonoid. Bahan-bahan ini menurut para ahli dapat digunakan sebagai bahan sedatif. Hal ini dapat dianalisis dengan pendapat Adebiyi, dkk., (2012) kandungan alkaloid, saponin dan tanin pada daun chaya menyebabkan adanya efek sedasi, dan Novindriana, dkk., (2013) alkaloid, saponin, dan flavonoid yang brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Universitas Sriwijaya (UNSRI): E-Journal