AME(Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin 7 (2) , pp 46-52 Anwar dan Yamin © 2021 46 ANALISIS SIMULASI PERFORMA AERODINAMIS MINI UNMANNED AERIAL VEHICLE DENGAN SOFTWARE COMPUTATIONAL FLUIDS DYNAMIC Fikri Khairul Anwar 1 , Mohammad Yamin 1* 1 Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma, Indonesia, 16452 ABSTRAK Pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle) saat ini menjadi bahan penelitian yang sedang ramai dibicarakan dan semakin banyak digunakan untuk berbagai macam fungsi. Dalam penelitian ini, pesawat tanpa awak akan didesain dengan optimasi berdasar nilai Maximum Take Off Weight (berat saat melakukan Takeoff ) berdasarkan dari konfigurasi fuselage dasar, konfigurasi sayap, konfigurasi ekor, dan posisi baling - baling. Hasil perancangan pesawat tanpa awak ini kemudian dianalisis secara aerodinamik dengan menggunakan metode Computational Fluid Dynamic dengan variasi angle of attack. Pada hasil analisis aerodinamis menghasilkan CL= 3099,09 dan CD = 1310,86 pada angle of attack 15 o . Kata kunci : computational fluids dynamic; konfigurasi desain; pesawat tanpa awak; sudut serang ABSTRACT Unmanned Aerial Vehicle is currently being discussed and increasingly used for various functions. In this journal, unmanned aircraft will be designed with optimization based on the value of Maximum Take-Off Weight based on the basic fuselage configuration, wing configuration, tail configuration, and propeller position. The results of this drone design are then analyzed aerodynamically using the Computational Fluid Dynamic method with a variation of the angle of attack. The results of the aerodynamic analysis resulted in CL = 3099.09 and CD = 1310.86 at an angle of attack of 15 o . keywords : agle of attack; computational fluids dynamic; configuration design; unmanned aerial Vehicle 1. PENDAHULUAN Pesawat tanpa awak atau UAV (Unmanned Aerial Vehicle) saat ini semakin banyak digunakan untuk berbagai macam kepentingan. Banyaknya penggunaan pesawat tanpa awak ini mendorong banyak negara untuk mengembangkan pesawat ini untuk mengatur ruang udara di masing masing negara. Kementerian perhubungan saat ini telah berusaha untuk mengatur segala kegiatan tentang pengoperasian pesawat tanpa awak ini. Perkembangan teknologi membuat pesawat ini juga mulai banyak diterapakan pada berbagai kebutuhan penduduk sipil. Berbagai fungsi dari pesawat tanpa awak ini yaitu antara lain digunakan untuk pemetaan bidang tanah, pengekspolarasian bahan tambang, pemetaan daerah pertanian, pemetaan daerah industri, dan pengawasan batas * Penulis korespondensi Email: mohay@staff.gunadarma.ac.id Diterima 19 Januari 2021; Penerimaan hasil revisi 03 Juni 2021; Disetujui 07 Juni 2021 Tersedia online September 2021 AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin © 2021 batas negara. Namun penggunaan terbesar pesawat tanpa awak atau UAV yaitu pada bidang militer.[1] Berdasarkan jenisnya, pesawat tanpa awak memiliki dua jenis, yaitu multicopter dan fixed wing. Fixed wing memiliki bentuk seperti pesawat terbang biasa yang memiliki sistem sayap. Tipe fixed wing memerlukan desain aerodinamika pada sayap dan badannya sehingga memerlukan perancangan yang cukup sulit. Multicopter yaitu jenis pesawat tanpa awak seperti drone biasanya yang memanfaatkan putaran baling baling untuk terbang. Multicopter dibagi menjadi dua yaitu single-rotor dan multi-rotor. Tipe single-rotor berbentuk seperti helikopter menggunakan baling baling tunggal, sedangkan multi-rotor menggunakan 3 sampai 8 baling baling. [5] Mohammad Ariyanto,dkk telah mendesain pesawat tanpa awak dengan biaya yang sangat murah Volume 7 Nomor 2 September 2021 pp 46-52 Website: http://ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/ame/index