151 Zoo Indonesia 2020 29(2): 151-165 Studi Pendahuluan Penentuan Jenis Pakan Alternatif Keong Darat Asal Menoreh, Yogyakarta: Amphidromus palaceus, Dyakia rumphii, dan Hemiplecta humphreysiana STUDI PENDAHULUAN PENENTUAN JENIS PAKAN ALTERNATIF KEONG DARAT ASAL MENOREH, YOGYAKARTA: Amphidromus palaceus, Dyakia rumphii, dan Hemiplecta humphreysiana PRELIMENARY STUDY OF ALTERNATIVE FEED DETERMINATION OF LAND SNAIL FROM MENOREH, YOGYAKARTA: Amphidromus palaceus, Dyakia rumphii, dan Hemiplecta humphreysiana Pamungkas Rizki Ferdian, Tri Hadi Handayani, Raden Lia Rahadian Amalia, Ayu Savitri Nurinsiyah Bidang Zoologi, Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jln Raya Jakarta Bogor KM 46, Cibinong, Jawa Barat, Indonesia 16911 Email: pamungkasferdian.biochemistry@gmail.com (diterima November 2020, direvisi November 2020, disetujui Desember 2020) ABSTRAK Penentuan jenis pakan alternatif yang mudah didapatkan penting dilakukan untuk mengawali penelitian yang menggunakan satwa liar agar pengambilan dari alam dapat diminimalkan. Keong darat saat ini memiliki nilai bioekonomi yang cukup tinggi karena lendirnya dapat dijadikan komoditas nutricosmeceutical, namun spesies keong darat Indonesia, terutama spesies lokal belum banyak diteliti sehingga belum banyak dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi ilmiah tentang jenis pakan alternatif yang dapat diterima keong darat dari Menoreh, Yogyakarta, meliputi: Amphydromus palaceus (AP), Dyakia rumphii (DR), dan Hemiplecta humphreysiana (HH). Penentuan jenis pakan alternatif menggunakan metode nonchoice test secara ad libitum dan terdiri atas tahap skrining dan tahap lanjutan. Penelitian ini menggunakan 10 jenis pakan berupa buah dan sayur yang mudah ditemukan di Indonesia. Selain itu, dilakukan analisis kandungan nutrisi dan energi jenis pakan yang disukai dan dapat diterima. Ketiga spesies tersebut lebih menyukai pakan berupa buah dengan tekstur berair. Hasil analisis menunjukkan pepaya disukai dan dapat diterima dengan baik oleh AP, DR, dan HH; timun disukai dan dapat diterima dengan baik oleh DR dan HH; sedangkan tomat disukai dan dapat diterima dengan baik oleh HH. Selain itu, pakan lainnya dapat diberikan pada AP adalah pir, DR adalah sawi putih, dan HH adalah jamur tiram. Kata kunci: keong darat, non-choice test, pakan alternatif, kandungan nutrisi. ABSTRACT Determination of feed alternative is important to initiate any research which use wild animal so that the natural extraction can be minimized. Land snails are potential to have high bioeconomic value because their mucus can be used as a nutricosmeceutical commodity. However, the studies of Indonesian land snail species, especially native species are lacking thus the utilization of the species still minimum. This study aims to obtain scientific information related to land snail feed alternative collected from the Menoreh, Yogyakarta. The collected species were Amphydromus palaceus (AP), Dyakia rumphii (DR), and Hemiplecta humphreysiana (HH). The determination of alternative feed using a non-choice test method ad libitum and consists of screening and advanced stages. Present study uses 10 types of feed in the form of fruits and vegetables which affordable and available in Indonesia. In addition, nutrition content analysis of most acceptable feed was also carried out. These three species tend to feed on fruits with watery texture. We found that papaya is prefered and accepted well by AP, DR, and HH; cucumber is prefered and accepted well by DR and HH; while tomato is prefered and accepted well by HH. In addition, pear, chinese cabbage, and oyster mushroom can be also be feed alternative for AR, DR, and HH respectively. Keywords: land snail, non-choice test, feed alternative, nutrient content. PENDAHULUAN Setiap makhluk hidup memerlukan nutrisi untuk mendapatkan energi dan menjalankan berbagai proses metabolisme tubuh. Satwa liar mendapatkan nutrisi dengan cara memakan berbagai sumber pakan yang ada di lingkungannya. Jenis pakan yang dipilih akan mempengaruhi fungsi organ dan kebugaran hewan yang memakannya (Scott et al. 2005). Pengamatan terkait preferensi pakan penting dilakukan untuk mengawali penelitian yang menggunakan satwa liar