Al-Ma’iyyah And Al-Ahathah (Hj. Muzdalifah Sahib) 259 AL-MA’IYYAH AND AL-AHÁTHAH, “THE ACCOMPANIMENT AND ENCOMPASSING OF GOD TOWARDS HIS SLAVE” IN SHEIKH YUSUF CONCEPTION Oleh : Hj. Muzdalifah Sahib Program Doktor Universitas Leiden Belanda muzdalifahsahib@yahoo.com Abstract; Sheikh Yusuf al-Maqassary (1626-1699), adalah seorang penulis produktif yang telah menulis risalah lebih dari 38, sebagai pedoman bagi masyarakat muslim khususnya bagi para pengikutnya. Meskipun Sheikh Yusuf berpegang teguh pada transendensi Allah, ia percaya bahwa Allah meliputi segala sesuatu (al-aháthah) dan ada di mana-mana (al-maiyyah) atas ciptaan-Nya. Namun, dia sangat berhati- hati untuk tidak mengikat dirinya dengan doktrin panteisme dengan mengatakan, meskipun Allah muncul sendiri dalam ciptaan-Nya, itu tidak berarti bahwa ciptaan-Nya adalah Allah sendiri, semua ciptaan hanyalah makhluk alegoris atau metaforis (al -maujúd al-majazi), bukan wujud yang sebenarnya (al-maujúd haqiqi). Jadi, menurut Syekh Yusuf, kata Tuhan dalam ciptaan-Nya tidak berarti kehadiran Allah sendiri dalam diri mereka, tetapi sifat ilmunya-Nyalah meliputi hamba-Nya, dan keadaannya yang bersama dengan hamba-Nya, bukan keadaan hamba bersama-sama dengan Allah, karena itu tidak mungkin, kecuali bagi hamba yang berada dalam kondisi dzikr (hanya mengingat Allah) dan tidak mengingat wujud lain selain Allah. Oleh karena itu, Sheikh Yusuf menganggap bahwa salah bagi seorang sufi yang telah mencapai puncak pengalaman spiritual, merasa fana 'fillah dan baqa' bihi, atau telah memasuki keberadaan Tuhan, kemudian dia mengatakan perasaannya dengan kata-kata shataháts, seperti: 'Ana-Allah (saya Allah),' Ana al-Haqq (Akulah Paling Benar), Subhani (Maha Suci aku), dll. Adapun konsep kebersamaan dan liputan Tuhan ini terhadap hamba-Nya kebanyakan tertuang dalam risalahnya Zubdat al-Asrár and Sirr al-Asrár, akan tetapi, pembahasannya mungkin terlalu panjang, jika kita harus mengambil dari kedua teks tsb. Oleh karena itu penulis hanya memilih satu teks saja, yakni Zubdat al- Asrár. Kata Kunci: Syaikh Yusuf al-Maqassary, Pendampingan, Tuhan dan HambaNya, “Zubdat al-Asrár Sheikh Yusuf al-Maqassary (1626-1699), was a prolific writer who has written a treatise of more than 38, as a guide for the Muslim community in particular for his followers. Although Sheikh Yusuf cling to the transcendence of God, he believes that Allah encompasses everything (al-aháthah) and there everywhere (al- maiyyah) over his creation. However, he was very careful to not bind himself with the doctrine of pantheism to say, although God manifests itself in His creation, it brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by E-Jurnal UIN (Universitas Islam Negeri) Alauddin Makassar