295 Pendahuluan Indonesia memiliki populasi pesisir sebesar 187,2 juta yang setiap tahunnya menghasilkan 3,22 juta ton sampah plastik yang tak terkelola dengan baik. Masyarakat kemudian menyoroti masalah sampah plastik, dengan melakukan gerakan pantai tanpa plastik, kampanye tanpa plastik, bahkan kementerian-kementrian membuat Gerakan Satu Juta Tumbler Generasi Tanpa Plastik. Gerakan yang bertujuan Evaluasi Program Corporate Social Responsibility Pelatihan Ecobrick dalam Mengelola Sampah Plastik Sutin Narto 1* , Basuki Agus Suparno 2 1,2 Program Studi Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta Jl. Babarsari 2, Tambakbayan, Yogyakarta, 55281, Indonesia Email: sutinnarto@gmail.com 1* ; basuki.agus@gmail.com 2 * Corresponding author Abstract Garbage has been a world problem for a long time. The attention of the global community is now focused on the amount of waste, especially plastic waste that is scattered all over the sea and pollutes the ecosystem. Indonesia is a country with the second-largest amount of plastic waste pollution to the sea in the world. PT. Coca Cola is the number 1 contributor to plastic bottle waste in Indonesia and the world. PT Coca Cola has carried out many CSR activities to manage plastic bottle waste with a vision of a world without waste 2030, the program is Ecobrick Training which is given to three target schools. After implementing the Ecobrick training program, the impact of environmental changes has not been seen. The purpose of this study was to evaluate the Planning, Implementation, and Evaluation of PT Coca Cola Bottling Indonesia Central Java’s Ecobrick Training CSR Program in managing plastic waste. The method used in this research is a descriptive qualitative evaluation study. Data collection was carried out by interview, feld observation, and documentation study. Data analysis techniques using data analysis techniques Miles and Huberman. The theories used are planning theory and behavior change theory. The results of this study indicate that CSR Ecobrick Training does not provide benefts for the future. The CSR program planning process does not follow the correct CSR program planning standards. The planning of CSR programs at Coca Cola has not followed the correct CSR standards, namely not doing research, not conducting evaluation, and reporting. This study found a more targeted ecobrick training program- planning model, namely research, planning, executing, measuring, or evaluation (measure, and reporting). Keywords: Behavior Change; CSR Program; CIPP Evaluation Model Abstrak Sampah telah menjadi masalah dunia sejak dahulu, dan hingga saat ini perhatian masyarakat global tertuju pada banyaknya sampah, terutama sampah plastik yang tersebar di penjuru laut dan mencemari ekosistem. Indonesia merupakan negara dengan jumlah pencemaran sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia. PT. Coca Cola adalah penyumbang sampah botol plastik nomor 1 di Indonesia dan dunia. PT Coca Cola telah banyak melakukan kegiatan CSR untuk mengelola sampah botol plastik dengan visi world without waste 2030, yaitu program pelatihan Ecobrick yang diberikan ke tiga sekolah binaan. Adanya program pelatihan Ecobrick nyatanya belum memberikan dampak perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program CSR pelatihan Ecobrick PT Coca Cola Bottling Indonesia Central Java dalam mengelola sampah plastik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan studi evaluasi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CSR Pelatihan Ecobrick tidak memberi manfaat untuk masa depan. Proses perencanaan program CSR tidak mengikuti standar perencanaan pembuatan program CSR yang benar. Perencanaan Program CSR di Coca Cola belum mengikuti standar pembuatan CSR yang benar, yaitu tidak melakukan riset terlebih, tidak melakukan evaluasi dan pelaporan. Penelitian ini menemukan model perencanaan program Pelatihan Ecobrick yang lebih tepat sasaran, yaitu penelitian (research), perencanaan (plan), pelaksanaan (execute), pengukuran atau evaluasi (measure), dan pelaporan (report). Kata kunci: Perubahan Perilaku; Program CSR; Model Evaluasi CIPP