Dinamika Cadangan Karbon Sistem Agroforestri gmelina … (M. Siarudin dan Yonky Indrajaya) 37 DINAMIKA CADANGAN KARBON SISTEM AGROFORESTRI GMELINA (Gmelina arborea Roxb.) PADA HUTAN RAKYAT DI TASIKMALAYA DAN BANJAR, JAWA BARAT CARBON STOCK DINAMICS OF GMELINA (Gmellina arborea Roxb.) BASED AGROFORESTRY IN PRIVATE FOREST, TASIKMALAYA AND BANJAR DISTRICT, WEST JAVA M. Siarudin dan Yonky Indrajaya Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Agroforestry Ciamis Jl. Raya Ciamis-Banjar km 4, Ciamis Jawa Barat Email: msiarudin@yahoo.com Diterima: 07 Maret 2017; direvisi: 21 Maret 2017; disetujui: 05 Mei 2017 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengukur cadangan karbon sistem agroforestri gmelina (Gmelina arborea Roxb.) dan dinamikanya pada beberapa daur pemanenan. Pengukuran cadangan karbon dilakukan pada bulan Maret - Oktober 2014 pada 17 lokasi di Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Banjar, Provinsi Jawa Barat. Pengukuran cadangan karbon mengacu pada metode Rapid Carbon Stock Appraisal (RaCSA) dengan beberapa analisis tambahan. Dinamika cadangan karbon ditentukan berdasarkan daur biologi, dan daur teknis-1 (pemanenan pada diameter pohon 15 cm) dan daur teknis-2 (pemanenan pada diameter pohon 20 cm). Hasil penelitian menunjukkan karbon tersimpan pada tegakan agroforestri Gmelina di lokasi penelitian ini adalah rata-rata sebesar 170 ton/ha, terdiri dari 64 ton/ha karbon di atas permukaan tanah, dan 106 ton/ha. Daur optimal biologis (8 tahun) akan menghasilkan cadangan karbon maksimal pada akhir daur sebesar 15 ton/ha dengan rata-rata cadangan karbon sepanjang daur sebesar 7 ton/ha/tahun. Daur teknis-1 (14 tahun) dan daur teknis-2 (24 tahun) menghasilkan karbon maksimal pada akhir daur masing-masing sebesar 23 ton/ha dan 28 ton/ha, dengan rata-rata cadangan karbon sepanjang daur masing-masing sebesar 12 ton/ha/tahun dan 18 ton/ha/tahun berturut- turut. Kata kunci: daur biologi, daur teknis, gmelina, sistem agroforestri ABSTRACT This research aims at measuring carbon (C) stock of gmelina (Gmelina arborea Roxb.) agroforestry system and its carbon diynamics due to several harvesting rotations. Observation was conducted during March – October 2014, on 17 plots in private forest, located in Tasikmalaya and Banjar District, West Java Province. The C-stock measurement followed Rapid Carbon Stock Appraisal Method (RaCSA) with some additional analysis. The dynamic of C-stock was measured based on biological rotation, technical rotation-1 (harvesting at tree diameter of 15 cm) and technical rotation-2 (harvesting at tree diameter of 20 cm). The result of the study shows that average of C-stock in gmelina agroforest stand is 170 ton/ha, consisted of 64 ton/ha above ground C and 106 ton/ha below ground C. Biological rotation (8 years) results in maximum C-stock of 15 ton/ha at harvesting time, while the time averaged-C stock is 7 ton/ha/year.Technical rotation-1(14 years) and technical rotation-2 (24 years) result in maximum C-stock of 23 ton/ha and 28 ton/ha respectively, while the time averaged-C-stock are 12 ton/ha/year and 18 ton/ha/year respectively. Keywords: agroforestry system, biological rotation, gmelina, technical rotation PENDAHULUAN Gmelina (Gmelina arborea Roxb.) atau yang dikenal sebagai jati putih dalam dunia perdagangan, adalah salah satu jenis yang banyak dibudidayakan di lahan masyarakat. Jenis ini dipilih karena cepat tumbuh, dikenal teknik budidayanya, dapat dipanen dengan daur pendek, karakteristik kayunya yang baik, dan memiliki nilai ekonomi yang baik (Riyanto et al., 2013; Roque and Fo, 2007; Lauridsen and Kjaer, 2002). Gmelina berdiameter kecil dapat dipanen pada umur 7 - 10 tahun dengan harga yang bersaing dengan jenis cepat tumbuh lainnya seperti Sengon (Roshetko et al., 2004). Kayu gmelina berwarna putih, tidak ada perbedaan yang jelas antara warna kayu gubal dan teras (Richter and Dallwitz, 2000), memiliki sifat kisaran berat jenis 0,33 - 0,51 dengan kelas awet V dan kelas kuat IV (Seng, 1990). Kayu gmelina umumnya dimanfaatkan sebagai bahan baku konstruksi ringan, pulp dan kertas, furniture, peti kemas, kerajinan kayu