Regina Pingkan, Khairun Nisa Berawi, Arief Budiarto, Utari Gita Mutiara |Efektivitas Olahraga sebagai Terapi Depresi Majority| Volume 8| Nomor 2| 2019| 240 Efektivitas Olahraga sebagai Terapi Depresi Regina Pingkan 1 , Khairun Nisa Berawi 2 , Arief Budiarto 3 , Utari Gita Mutiara 4 1 Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung 2 Bagian Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung 3 Bagian Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Jenderal Achmad Yani 4 Bagian Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung Abstrak Depresi merupakan masalah kesehatan yang menjadi penyebab kematian keempat di dunia dan diperkirakan akan menjadi penyebab kedua disabilitas global pada tahun 2020. Pada tahun 2018, diperkirakan sekitar 322 juta orang mengalami depresi di dunia. Depresi merupakan gangguan mood dengan gejala utama berupa afek depresif, kehilangan minat atau anhedonia, dan kehilangan energi yang disertai gejala tambahan lainnya. Terapi yang umumnya digunakan untuk depresi yaitu obat-obatan, psikoterapi, atau kombinasi keduanya. Telah banyak dilaporkan bahwa terdapat keterbatasan dan keluhan dari terapi tersebut sehingga diperlukan suatu terapi alternatif atau tambahan untuk gangguan depresi. Olahraga adalah salah satu pilihan terapi untuk depresi dengan banyak penelitian pendukung yang substansial. Tujuan dari tinjauan pustaka ini ialah untuk meninjau efektivitas dari olahraga dalam mengobati gangguan depresi. Pencarian literatur mengenai efek olahraga pada depresi dan kemungkinan mekanisme yang terlibat dilakukan dengan menggunakan berbagai artikel penelitian yang relevan. Hasil tinjauan ini mengkonfirmasi peran yang bermanfaat dari olahraga untuk terapi depresi sebagaimana dibuktikan oleh berbagai parameter psikobiologis yang diukur pada beberapa penelitian menunjukkan perbaikan gejala klinis depresi setelah intervensi olahraga. Olahraga dapat memodulasi beberapa parameter seperti hormon, neurotransmiter, sitokin pro-inflamasi, dan neurotropin seperti BDNF, VEGF, dan IGF-1 di hipokampus sehingga gejala depresi berkurang. Dengan demikian, olahraga dianggap efektif sebagai pilihan terapi untuk manajemen depresi. Kata Kunci: depresi, olahraga, terapi The Effectiveness of Physical Exercise for Depression Treatment Abstract Depression is a major health problem and the fourth leading cause of death in the world and is expected to be a cause of global disability by 2020. In 2018, an estimated 322 million people suffer from depression in the world. Depression is a mood disorder with the main symptoms that include depressive affect, loss of interest or anhedonia, and loss of energy with other additional symptoms. Therapy used for depression is usually medication, psychotherapy, or a combination of both. However, there are many limitations and complaints from these therapies so that the alternative or additional therapies for depression problems are needed. Physical exercise is one of the therapeutic choices for depression with many substantial supportive studies. The purpose of this article review was to review the beneficial effects of exercise in depression. Literature searching for studies about the effects of physical exercise on depression was done using many relevant research articles. The results of this review discuss the necessary role of exercise for the treatment of depression as evidenced by various psychobiological parameters that are approved in several studies relating to clinical improvements after the exercise interventions. Physical exercise can modulate several parameters such as hormones, neurotransmitters, pro-inflammatory cytokines, and neurotropins such as BDNF, VEGF, and IGF-1 in the hippocampus so that the symptoms of depression can be reduced. Thus, physical exercise is considered as a therapeutic choice for depression management. Keywords: depression, physical exercise, therapy Korespondensi: Regina Pingkan, Alamat Jl. Imam Bonjol Gang Pisang No. 14 Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung, HP 085839029917, e-mail rpingkan22@gmail.com Pendahuluan Gangguan jiwa masih menjadi permasalahan kesehatan yang signifikan di dunia. Menurut World Health Organization (WHO), pada tahun 2018 diperkirakan sekitar 322 juta orang mengalami depresi di seluruh dunia, setara dengan 4,4% dari populasi penduduk dunia. Hampir setengah populasi berada di wilayah Asia Tenggara dan Pasifik