Jurnal Transnasional, Vol. 4, No. 1, Juli 2012 Strategi Indonesia Menghadapi Kebijakan Malaysia Di Wilayah Perbatasan Tahun 2006-2010 Rendi Prayuda * & Syafri Harto * Abstract This research describes the policy of Malaysia in teriotrial dispute. This conflict start began in 1965 when Malaysia be a state President Soekarno was not supported because it can be a recolonialisme in Asia. Nowdays, diplomatic relations between Indonesia and Malaysia always fluctuatif, it is because dipute conflict likes Sipadan ligitan island, Ambalat, Tanjung Datuk, Camar Bulan and conflict of culture. The research shows that strategy of Indonesia with the policy of Malaysia in dispute teritory in 2006-2010 are internal strategy dan external strategy. Internal strategy Indonesia are Indonesia explore the extern island, make the new map of dispute, development of dispute teritory and create a base military. And external strategy of Indonesia are use diplomacy ways with Indonesia deal of Kinabalu dialogs, Indonesia deal with Malaysia in maintanance Malacca Straits and Indonesia deal with China in defense agreements. Keywords: conflict, dispute, strategy, diplomacy, bounderies. Pendahuluan Penelitian ini merupakan sebuah kajian strategi dan diplomasi keamanan yang menganalisis strategi Indonesia menghadapi kebijakan Malaysia di wilayah perbatasan tahun 2006-2010. Secara khusus penelitian ini difokuskan pada strategi yang akan diterapkan oleh Indonesia dalam menghadapi aksi-aksi Malaysia di wilayah perbatasan Indonesia terkait dengan permasalahan pengklaiman dan kepemilikan wilayah perbatasan darat dan laut antara Indonesia dan Malaysia. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis yang diawali dengan menggambarkan fenomena-fenomena yang terjadi berkaitan dengan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Malaysia terkait isu permasalahan persengketaan wilayah perbatasan. Setelah itu akan dilanjutkan dengan menganalisa mengenai kebijakan-kebijakan Malaysia di wilayah perbatasan Indonesia. Dengan adanya kebijakan Malaysia di wilayah perbatasan Indonesia tentu saja hal ini secara politik dan kedaulatan mengancam wilayah kedaulatan Indonesia. Alumni Jurusan HI FISIP Universitas Riau Dosen Jurusan HI FISIP Universitas Riau