665
© 2022, Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNDIP
© 2022 Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNDIP
JURNAL ILMU LINGKUNGAN
Volume 20 Issue 3 (2022) : 665-671 ISSN 1829-8907
Pengaruh Bahan Baku Kompos terhadap Pertumbuhan dan
Produksi Cabai Merah Keriting (Capsicum annuum L.)
Tiwit Widowati
, Nuriyanah, Liseu Nurjanah, Sylvia J.R. Lekatompessy, Rumella
Simarmata
Pusat Riset Mikrobiologi Terapan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jalan Raya Bogor KM 46 Cibinong Bogor
16911 Indonesia
ABSTRAK
Limbah pertanian dan serasah daun mengandung unsur hara yang berpotensi sebagai bahan baku kompos yang
berguna untuk memperbaiki struktur tanah dan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh jenis bahan baku kompos terhadap pertumbuhan dan hasil cabai merah keriting. Percobaan
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari kompos serasah daun
bambu (K1), kompos serasah daun matoa (K2), kompos jerami (K3) dan kompos campuran ketiga bahan (K4).
Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah cabang, waktu berbunga dan berbuah, jumlah dan bobot buah.
Hasil menunjukkan bahwa aplikasi kompos jerami pada tanaman cabai menghasilkan pertumbuhan dan hasil
tertinggi dibandingkan kompos lain. Perlakuan kompos jerami memberikan rata-rata tinggi sebesar 107,6 cm,
jumlah cabang 51,4, waktu berbunga pada hari ke-39, waktu berbuah pada hari ke-54, jumlah buah sebanyak 118,6
dan bobot buah sebesar 230,6 g.
Kata kunci: bahan baku, cabai merah keriting, kompos, pertumbuhan, produksi
ABSTRACT
Agricultural waste and leaf litter contain nutrients that have potency as raw material for compost which is useful
for improving soil structure and plant growth. The aim of this study was to determine the effect of compost raw
materials on growth and yield of chili. The experiment used a completely randomized design with 5 replications.
The treaments consisted of bamboo leaf litter compost (K1), matoa leaf litter compost (K2), rice straw compost (K3)
and mixed compost of the tree materials (K4). The parameters observed were plant height, number of branch, time
of and flowering and fruiting, number and weight of fruit. The results showed that application of rice straw compost
on chili plant produced the highest growth and yield compared to other compost. The rice straw compost
treatment gave an average height 107.6 cm, number of branch 51.4, time of flowering on day 39, time of fruiting on
day 54, number of fruit 118.6 and weight of fruit 230.6 g.
Keywords: chili, compost, growth, raw materials, yield
Citation: Widowati, T., Nuriyanah, N., Nurjanah, L., Lekatompessy, S.J.R., Simarmata, R. (2022). Pengaruh Bahan Baku Kompos terhadap
Pertumbuhan dan Produksi Cabai Merah Keriting (Capsicum annuum L.). Jurnal Ilmu Lingkungan, 20(3), 665-671, doi:10.14710/jil.20.3.665-
671
1. Pendahuluan
Pengomposan merupakan proses dekomposisi
alami oleh mikroorganisme yang menyebabkan
degradasi bahan organik. Pengomposan dilakukan
untuk mendaur ulang bahan organik menjadi produk
yang bermanfaat. Beberapa jenis bahan organik dapat
digunakan sebagai bahan baku kompos seperti kotoran
ternak, limbah pertanian, sisa makanan dan
sebagainya. Kompos biasanya dibuat dari kombinasi
kotoran ternak dan sisa tanaman.
Penulis korespondensi: tiwidowati@gmail.com
Limbah pertanian yang sering digunakan sebagai
bahan baku kompos adalah jerami, serasah daun
bambu. Kandungan nutrisi pada jerami adalah K (1,2-
1,7%), N (0,5-0,8%), P (0,07-0,12%) dan S (0,05-
0,10%). Aplikasi kompos jerami dan pupuk kandang
dapat meningkatkan kandungan klorofil a dan b (Barus
2012). Serasah daun bambu mengandung banyak
unsur P dan K yang sangat berguna untuk perbaikan
struktur tanah dan pertumbuhan tanaman. Serasah
daun bambu memiliki kandungan P sebesar 0,74% dan
K 0,91% (Baroroh et al. 2015).