72 p-ISSN: 2722-8258 e-ISSN: 2722-8266 MJoCE/Vol 10 No 2/Juli 2020/Hal. 72-80 KEMAMPUAN EKSTRAK BIJI KELOR SEBAGAI INHIBITOR KOROSI BESI DALAM LARUTAN HCl Sunarti 1* , Victor Kayadoe 1 , Prima D Rahawarin 1 1 Departement of Chemistry-FKIP, Pattimura University Ambon *sunartihalim835@gmail.com ABSTRACT A research to asses the capability of moringa seed in inhibiting corrosion of iron by using weight reduction method has been performed. Inhibition power is obtained based on the inhibition value of varied moringa seed extract concentration variation of 1%, 2%, 3%, and 4% as well as temperature variations, namely 35, 40, 45, and 50. Resulst showed that, the rate of corrosion inhibition efficiency with varied concentration variation in a row l: 82.92%; 86.87%; 91.02%; 93.74% and 0.4342; 0.3032; 0.2235; 0.1710. In the temperature variation data obtained and the rate of corrosion inhibition efficiency in a row: 89,74%; 88,94%; 84,94%; 83,37% and 0,3986 mmy -1 ; 0,570 mmy -1 ; 2,1017 mmy -1 ; 9,8384 mmy -1 . Keyword: moringa seed extracts, iron, inhibitors, inhibition efficiency, methods of weight reduction ABSTRAK Telah dilakukan penelitian untuk menguji kemampuan ekstrak biji kelor dalam menghambat korosi besi menggunakan metode pengurangan berat. Daya inhibisi diperoleh berdasarkan nilai efisiensi inhibisi dari variasi konsentrasi ekstrak biji kelor yaitu 1%, 2%, 3%, dan 4% serta variasi suhu yaitu 35 ºC, 40 ºC, 45 ºC, dan 50 ºC. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data efisiensi inhibisi dan laju korosi pada variasi konsentrasi beturut-turut: 82,92%; 86,87%; 91,02%; 93,74% dan 0,4342 mmy -1 ; 0,3032 mmy -1 ; 0,2235 mmy -1 ; 0,1710 mmy -1 . Pada variasi suhu diperoleh data efisiensi inhibisi dan laju korosi beturut-turut: 89,74%; 88,94%; 84,94%; 83,37% dan 0,3986 mmy -1 ; 0,570 mmy -1 ; 2,1017 mmy -1 ; 9,8384 mmy -1 . Kata Kunci: ekstrak biji kelor, besi, inhibitor, efisiensi inhibisi, metode pengurangan berat. PENDAHULUAN Korosi adalah suatu proses degradasi material atau hilangnya suatu material baik secara kualitas maupun kuantitas akibat adanya proses reaksi kimia dengan lingkungannya (Priyotomo, 2008: 4). Adanya korosi dapat menurunkan kualitas besi sehingga mudah rusak dan patah, sehingga dibutuhkan penanganan khusus untuk mencegah terjadinya korosi. Salah satu upaya menghambat korosi yang dapat dilakukan adalah menggunakan inhibitor korosi. Umumnya inhibitor korosi berasal dari senyawa-senyawa organik maupun anorganik dengan kandungan gugus-gugus yang memiliki pasangan elektron bebas, seperti nitrit, kromat, fosfat, urea, fenilalanin, imidazolin, dan senyawa-senyawa amina. Namun demikian, pada kenyataannya bahwa bahan kimia sintesis ini umumnya merupakan bahan kimia yang berbahaya terhadap makhluk hidup, harganya relatif mahal, serta tidak ramah lingkungan. Penggunaan senyawa kromat misalnya sudah dilarang digunakan karena bersifat toksik (Firmansyah, 2011: 1). Hal ini mendorong dikembangkannya inhibitor korosi baru terutama yang bersumber dari bahan alam. Penggunaan inhibitor dari bahan alam lebih menguntungkan karena bersifat aman, mudah didapat, ramah lingkungan, dan lebih murah. brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by OJS UNPATTI Publication Center (Universitas Pattimura)