Nilai-nilai Pendidikan Karakter Dalam Budaya Genteng Desa Mayong Kidul Jepara Akhmad Iskhaq 1 , Ika Oktaviyanti 2 , dan Nur Fajrie 3 PGSD Universitas Muria Kudus Email: akhmad.iskhaq66@gmauil.com Info Artikel Sejarah Artikel: Diserahkan: 25 Mei 2021 Direvisi: 19 Juni 2021 Disetujui: 28 Juni 2021 Keywords: culture, tile, charachter Abstract Culture is a system of society that includes a whole way of life of humans in groups in the form of physical and non-physical culture and is hereditary through a learning process so that it becomes part of life. The tile culture is a culture that is owned by the people of Mayong Kidul Jepara. Tile is a craft made of clay that is burned using high temperatures and used as a roof for buildings. In its manufacture, it is reflected in the character values that have been attached to the craftsmen community in the village of Mayong Kidul. In the current context, the character of children in Indonesia can be said to be lacking in morality. This can be seen from the news that has appeared in various media, one of which is juvenile delinquency. Character education has become a government program that aims to form moral individuals, but it seems that it has not been running perfectly. So it takes cooperation between education, society and family. This study aims to describe the values of character education in tile culture. This study uses a narrative qualitative method in presenting the research data. The process of collecting data through interviews, observations and field notes. The results show that in tile culture there are educational values in fostering character between discipline, cooperation, responsibility and honesty. Therefore it must be preserved so as not to be eroded by the times. Abstrak Kebudayaan adalah sebuah sistem masyarakat yang meliputi suatu keseluruhan cara hidup manusia dalam kelompoknya yang berupa kebudaayaan fisik maupun nonfisik dan bersifat turun-temurun melalui proses belajar sehingga menjadi bagian dari kehidupan. Budaya genteng merupakan kebudayaan yang dimiliki masyarakat Mayong Kidul Jepara. Genteng merupakan sebuah kerajinan dari tanah liat yang dibakar menggunakan suhu tinggi dan digunakan sebagai atap bangunan. Pada proses pembuatannya tercermin nilai-nilai karakter yang telah melekat pada masyarakat pengrajin di desa Mayong Kidul. Dalam konteks sekarang ini karakter anak di Indonesia dapat dikatakan minim moralitas. Hal ini dapat dilihat dari berita yang muncul diberbagai media salah satunya adalah dan kenakalan remaja. Pendidikan karakter merupakan program pemerintah yang bertujuan membentuk individu-individu yang bermoral akan tetapi tampakanya belum berjalan dengan sempurna, maka dibutuhkan kerjasama antara pendidikan, masyarakat dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan nilai-nilai pendidikan karakter dalam budaya genteng. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif naratif dalam penyajian data hasil penelitiannya. Proses pengumpulan datanya melaui wawancara, observasi serta catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukan dalam budaya genteng terdapat nila-nilai pendidikan dalam menumbuhkan karakter antara disiplin, kerjasama, bertanggung jawab dan jujur. Oleh karena itu harus di lestarikan agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. © 2021 Universitas Muria Kudus