1604 ETNOMATEMATIKA PADA AKTIVITAS TAHLILAN DI DUSUN NGANDONG DESA SIDOMULYO KEBONAGUNG PACITAN Etrya Narawati 1 , Khoirul Qudsiyah 2 , Sugiyono 3 1,2 Pendidikan Matematika, 3 Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP PGRI Pacitan Email: 1 etryanarawati1@gmail.com; 2 azril.dito@gmail.com; 3 sugiyonopacitan@gmail.com ABSTRACT: This sudy aims to determine Mathematical concepts in Tahlilan activity, ethnomathematics undersanding of society, and their contributions for education. This research is a qualitative research, with ethnographic approach. The subjects of the research were residents of RT 01 RW 03, Ngandong Hamlet, Sidomulyo Village, Kebonagung Disrict, Pacitan. The data were collected by using purposing sampling with some considerations. The data were analyzed by using three sages: data reduction, data presentation, verifcation or conclusion. The results shows that: (1) mathematical concepts in Tahlilan activities include the concept of multiples and counting activities; (2) the people of Ngandong Village have not undersand completely the Mathematical concepts in Tahlilan activities; (3) the results of ethnomatematics exploration can be used as a reference for learning in basic Mathematics learning. Keywords: Ethnomatematics, Activity, Tahlilan. ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep-konsep matematika pada aktivitas tahlilan, deskripsi pemahaman etnomatematika masyarakat, dan kontribusinya ke dunia pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan etnograf. Subjek penelitiannya adalah warga masyarakat RT 01 RW 03, Dusun Ngandong, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung, Pacitan. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling yaitu pengambilan subjek dengan pertimbangan tertentu. Teknik analisa data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, verivikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Konsep-konsep matematika pada aktivitas tahlilan antara lain konsep kelipatan dan aktivitas menghitung; (2) Masyarakat Dusun Ngandong belum memahami sepenuhnya konsep matematika dalam aktivitas tahlilan; (3) Hasil eksplorasi etnomatematika ini dapat dijadikan acuan belajar pada pembelajaran matematika dasar. Kata kunci: Etnomatematika, Aktivitas, Tahlilan Pendidikan dan kebudayaan merupakan suatu komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari, karena budaya merupakan bentuk kesatuan dan terikat dengan unsur kehidupan masyarakat. Pendidikan berkembang akibat budaya dari masyarakat yang ditim- -bulkan oleh interaksi dalam sekelompok orang sehingga memunculkan kebiasaan-kebiasaan yang dapat mempengaruhi perkembangan pendidikan. Pengertian lain pendidikan sering diartikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai- nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan (Hasbullah, 2012: 1). CORE Metadata, citation and similar papers at core.ac.uk Provided by Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)