Ekonomi, Keuangan, Investasi dan Syariah (EKUITAS) Vol 3, No 4, Mei 2022, Hal 856867 ISSN 2685-869X (media online) DOI 10.47065/ekuitas.v3i4.1529 Copyright © 2022 Mukhammad Fatkullah, Page 856 JURNAL EKUITAS | https://ejurnal.seminar-id.com/index.php/ekuitas Identifikasi dan Manajemen Risiko untuk Mereduksi Kerentanan Pada Masyarakat Mukhammad Fatkhullah 1,* , Muhammad Alhada Fuadilah Habib 2 , Kanita Khoirun Nisa 3 1 Comm, Rel & CSR, PT Kilang Pertamina Internasional Unit Dumai Jalan Teluk Binjai, Kode Pos 28815, Dumai, Indonesia 2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Jalan Mayor Sujadi No.46, Kode Pos 66221, Tulungagung, Indonesia 3 Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Jalan Laksda Adisucipto, Kode Pos 55281, Yogyakarta, Indonesia Email: 1 m.fatkhullah@mail.ugm.ac.id, 2 habibhada@gmail.com, 3,* kanita.nisa@uin-suka.ac.id Email Penulis Korespondensi: m.fatkhullah@mail.ugm.ac.id Submitted: 21/04/2022; Accepted: 29/05/2022; Published: 30/05/2022 AbstrakKerentanan merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan nasional. Kegagalan dalam melakukan identifikasi dan mangelola kerentanan membuat program atau kebijakan yang dirancang baik oleh pemerintah, perusahaan, maupun lembaga swadaya masyarakat (non-government organization/NGO) berjalan tidak sesuai dengan harapan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkait definisi, sumber dan bentuk, metode identifikasi, serta intervensi dalam mengelola risiko untuk meminimalisir kerentanan pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode sistematika literatur review dengan kriteria inklusi berdasarkan kata kunci: vulnerability, social risk, dan social protection. Adapun kriteria eksklusi pada penelitian ini meliputi: topik yang tidak berhubungan dengan permasalahan penelitian; rentang publikasi artikel yang lebih dari 8 tahun; serta artikel dengan metode, temuan, dan pembahasan yang kurang signifikan. Kerentanan merupakan kondisi yang membuat masyarakat mudah terdampak oleh berbagai ancaman. Ancaman tersebut terdiri dari risiko esternal seperti lingkungan alam, sosial dan komposisi demografi maupun risiko internal seperti kondisi ekonomi, kesehatan fisik dan mental. Baik risiko eksternal maupun internal memiliki keterkaitan yang erat. Identifikasi dilakukan untuk memetakan dan melakukan kategorisasi tidak hanya berdasarkan penyebab dan bentuk kerentanan, namun juga pada besarnya dampak, banyaknya korban dan kerugian yang mungkin ditimbulkan. Data-data ini penting untuk menentukan skala prioritas dalam menentukan intervensi yang harus dilakukan. Intervensi preventif diperlukan pada level risiko rendah, promotif pada level risiko sedang, dan protektif pada level risiko tinggi. Apabila pencegahan, dukungan dan perlindungan tidak lagi dapat dilakukan, diperlukan intervensi yang bersifat transformatif untuk menjauhkan masyarakat dari krisis. Kata Kunci: Kerentanan; Identifikasi Risiko; Manajemen Risiko; Strategi Intervensi; Sistematika Literatur Review AbstractVulnerability is an important aspect of national development. Failure to identify and manage vulnerabilities makes programs or policies designed by the government, companies, or non-governmental organizations run not as expected. This study aims to provide an understanding of definitions, sources and forms, identification methods, and interventions in managing risk to minimize vulnerability in the community. This study uses a systematic literature review method with inclusion criteria based on keywords: vulnerability, social risk, and social protection. The inclusion and exclusion criteria include: type of publication, year, accessibility, relevance, methodology and publication contribution. Vulnerability is a condition that makes a community easily affected by various threats. These threats consist of external risks such as the natural environment, social and demographic composition as well as internal risks such as economic conditions, physical and mental health. Both external and internal risks are closely related. Identification is carried out to map and categorize not only based on the causes and forms of vulnerability, but also on the magnitude of the impact, the number of victims and the possible losses. These data are important to determine the priority scale in determining the intervention that must be carried out. Preventive interventions are needed at low risk levels, promotive at moderate risk levels, and protective at high risk levels. If prevention, support and protection are no longer possible, transformative interventions are needed to keep communities away from crises. Keywords: Vulnerability; Risk Identification; Risk Management; Strategic Intervention; Systematic Literature Review 1. PENDAHULUAN Kerentanan merupakan salah satu aspek atau dimensi terpenting dalam pengembangan masyarakat. Kelalaian dalam tahap identifikasi dan kegagalan dalam mangelola kerentanan dapat membuat program atau kebijakan yang dirancang baik oleh pemerintah, perusahaan, maupun lembaga swadaya masyarakat (non-government organization/NGO) berjalan tidak sesuai dengan harapan. Tabel 1. Dampak Bencana Alam dalam Lima Dekade Terakhir (Ritchie & Roser, 2019) Dampak Satuan 1970 1980 1990 2000 2010 Jumlah Kematian Orang 98.836 74.994 43.359 78.138 45.260 340.587 Luka-luka Orang 55.200 31.308 146.879 327.989 91.803 653.179 Terlantar Jutaan Orang 2,25 2,31 7,62 2,81 1,15 16,14 Terpapar Jutaan Orang 52,97 121,62 193,55 224,28 175,32 767,74 Penurunan Ekonomi Nilai GDP 0,09% 0,13% 0,24% 0,19% 0,22% 0,87% Selama lima dekade terakhir, 767,74 juta orang dari berbagai belahan dunia terdampak oleh bencana alam. Tidak hanya merenggut 340 ribu jiwa, bencana juga telah membuat 16,14 juta orang kehilangan tempat tinggal.