Ernawati et al, Pengujian Efek Fisher Internasional: Studi Kasus Indonesia Dan China... 26 Pengujian Efek Fisher Internasional: Studi Kasus Indonesia Dan China ( The Testing of International Fisher Effect : A Case Study of Indonesia and China ) Ernawati Nurul Hidayah, Zainuri 1 , Anifatul Hanim Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember Jln. Kalimantan 37, Jember 68121 *E-mail: aznrjbr@gmail.com Abstrak Kemampuan Cina yang dapat mempengaruhi perekonomian secara global menempatkan China sebagai negara yang patut diperhitungkan dalam pengambilan kebijakan melalui variabel moneter . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jangka pendek dan jangka panjang selisih suku bunga Indonesia-China, selisih Inflasi Indonesia-China, dan nilai tukar yuan terhadap nilai tukar rupiah berdasarkan teori efek fisher internasional. Penelitian ini menggunakan metode Error Correction Model (ECM). Estimasi ECM jangka pendek menunjukkan bahwa hubungan antara selisih suku bunga, selisih inflasi, dengan nilai tukar rupiah tidak sesuai dengan teori efek fisher internasional karena memiliki hubungan yang positif dan tidak signifikan, sedangkan nilai tukar yuan sesuai dengan teori karena memiliki hubungan negatif. Selanjutnya hasil estimasi ECM jangka panjang menunjukkan adanya kesenjangan sehingga determinasi nilai tukar rupiah didomnasi oleh nilai tukar yuan. Hubungan antara selisih suku bunga dan selisih inflasi berlawanan dengan teori dan hanya variabel nilai tukar yuan memiliki hubungan dengan nilai tukar rupiah sesuai dengan teori efek fisher internasional. Kata Kunci: teori efek fisher internasional, nilai tukar rupiah, suku bunga, inflasi, analisis error correction model (ECM). Abstract The fluctuation of rupiah exchange rate caused by the application of open economy system especially with China in ACFTA international organization, which has good economy and influences in global can draw China as the worthy country in takin the policy through monetary variables. The purpose of this research is to know the short term and long term influence of the differences in Indonesia-China interest, the differences of Indonesia-China inflation, and Yuan exchange rate to rupiah exchange rate based on international fisher effect theory. This research focuses on quantitative analysis by using Error Correction Model (ECM) method. Short term ECM estimation shows that the relation between differences of interest, differences of inflation with rupiah exchange rate is not suitable with international fisher effect theory because is has positive and insignificant relation, yuan exchange rate with rupiah exchange rate is suitable with theory because is has negative. Then, the result of short term ECM estimation shows that there is a gap so the determination of rupiah exchange rate is dominated by Yuan exchange rate. The relation between the difference of interest and the difference of inflation is contrary with the theory and it is only Yuan exchange rate that has the relation with rupiah exchange rate and it is suitable with international fisher effect theory. Keywords: international fisher effect theory, rupiah exchange rate, interest, inflation, error correction model (ECM) analysis Pendahuluan Penerapan sistem perekonomian terbuka di Indonesia memberikan gambaran bahwa terdapat kerjasama ekonomi internasional yang dapat mempengaruhi kondisi ekonomi. Kerjasama tersebut salah satunya dengan melakukan kegiatan perdagangan internasional atau ekspor dan impor seperti yang dilakukan oleh Indonesia. Perdagangan internasional merupakan faktor penting dalam mendorong perekonomian karena dapat berdampak bagi perekonomian domestik, baik dampak positif maupun dampak negatif. Kerjasama internasional juga dapat menjadi ancaman karena dapat menimbulkan masalah yang disebabkan oleh perekonomian global, tetapi juga dapat bermanfaat karena dapat mencukupi kebutuhan masing-masing negara yang tidak dapat dipenuhi sendiri (Kemendag, 2011). Kerjasama internasional menyebabkan Indonesia mengikuti beberapa organisasi perdagangan internasional seperti ASEAN dan ACFTA. ASEAN (Association of South East Asian Nation) merupakan organisasi internasional regional yang mempunyai eksistensi yang cukup diperhitungkan di tatanan internasional. Menciptakan integrasi ekonomi antar negara dikawasan Asia Tenggara merupakan salah satu fokus agenda ASEAN, dan salah satu usaha untuk mewujudkannya ialah melalui kerjasama perdagangan bebas. Perdagangan bebas merupakan salah satu bentuk kerjasama perdagangan oleh dua negara atau lebih untuk membentuk wilayah perdagangan bebas, sehingga perdagangan barang dan jasa antar negara dapat melewati perbatasan tanpa dikenakan hambatan tarif ataupun non tarif (Siwi, Tanpa tahun). Penerapan perdagangan bebas yang dilakukan dengan negara kawasan ASEAN berkembang menjadi penerapan perdagangan bebas dengan negara diluar ASEAN seperti China, Jepang dan Korea Selatan. Namun, dari ketiga negara tersebut China menjadi sorotan utama ASEAN dalam penerapan perdagangan bebas karena China merupakan negara yang mempunyai kekuatan ekonomi yang patut diperhitungkan, hal ini yang mendasari dibentuknya ACFTA (ASEAN China Free Trade Area). ACFTA dibentuk untuk mewujudkan kawasan perdagangan bebas dengan mengurangi hambatan perdagangan baik tarif maupun nontarif, peningkatan akses pasar, peraturan dan ketentuan investasi, dan peningkatan aspek kerjasama ekonomi untuk 1 Corresponding Author e-Journal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi, 2018, Volume V (1) : 26-30 ISSN : 2355-4665