Jurnal ILMAN, ISSN 2355-1488, Vol. 1, No. 2, September 2014 127 INTEGRASI MATERI PERKULIAHAN KEPEMIMPINAN KEWIRAUSAHAAN DI POLITEKNIK LP3I BANDUNG Jajang Burhanudin Politeknik LP3I Bandung email: jajangburhanudin@gmail.com ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk Pengembangan Bahan Pembelajaran Terintegrasi Kepemimpinan Kewirausahaan agar dapat menumbuhkan kesiapan mahasiswa dalam berwirausaha. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis dan pendekatan induktif. Peneliti ini menggali data berdasarkan apa yang diucapkan, dirasakan, dan dilakukan oleh partisipan atau sumber data, peneliti bersifat ''perspektif emic" artinya memperoleh data bukan ”sebagaimana seharusnya", bukan berdasarkan apa yang difikirkan oleh peneliti, tetapi berdasarkan sebagaimana adanya yang terjadi di lapangan yang dialami, dirasakan, dan difikirkan oleh partisipan/sumber data. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, telaah dokumen, eridan focus group discussion dengan fokus pada materi kuliah leadership dan kurikulum mata kuliah entrepreneuship. Sedangkan yang menjadi telaah adalah Kurikulum Politeknik LP3I Bandung Tahun 2012. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mata kuliah kepemimpinan dan kewirausahaan dapat diintegrasikan dan hasil integrasi dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam memulai dan membuka usaha. Kata kunci: Integrasi, mata kuliah, kepemimpinan ,kewirausahaan PENDAHULUAN Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi menyebutkan bahwa Pendidikan Tinggi berfungsi: a. mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa; b. mengembangkan Sivitas Akademika yang inovatif, responsif, kreatif, terampil, berdaya saing, dan kooperatif melalui pelaksanaan Tridharma; dan c. mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai Humaniora. Humaniora adalah disiplin akademik yang mengkaji nilai intrinsik kemanusiaan. Pada tahun 2015, Indonesia bersama-sama dengan Negara Asean lainnya menyepakati pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean atau Asean Economic Community (AEC). Dalam cetak biru program Masyarakat Ekonomi ASEAN tersebut terdapat empat pilar pendekatan startegis. Yakni menuju pasar tunggal dan basis produksi, menuju wilayah ekonomi yang berdaya saing tinggi, menuju kawasan dengan pembangunan ekonomi yang seimbang, dan menuju integrasi penuh dengan ekonomi global. Dalam kaitan itu, sudah saatnya Indonesia berbenah yaitu meningkatkan daya saing untuk menghadapi pasar bebas.Jika dilihat dari sisi demografi Sumber Daya Manusia-nya, Indonesia dalam menghadapi ASEAN Economic Community ini sebenarnya merupakan salah satu Negara yang produktif. Jika dilihat dari faktor