84 Radioterapi pada WilmsTumor T Sutedja, N Supriana Tinjauan Pustaka Radioterapi pada WilmsTumor Tirawan Sutedja, Nana Supriana Departemen Radioterapi RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo - Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta Informasi Artikel: Diterima Juni 2017 Disetujui Juli 2017 Alamat Korespondensi: dr. Tirawan Sutedja E-mail: tirawansutedja@yahoo.com Wilmstumor atau nefroblastoma merupakan keganasan ginjal tersering pada anak. Insidensinya mencapai 6% dari seluruh kasus keganasan pada anak. Gejala klinis pada mayoritas kasus Wilmstumor berupa asimtompatik massa pada abdomen, namun 20-30 persen dari kasus memberikan gejala nyeri abdomen, malaise, atau hematuria mikroskopik ataupun makroskopik. Gambaran umum dari Wilmstumor adalah adanya pseudocapsule yang mengelilingi tumor. Modalitas terapi untuk Wilmstumor adalah pembedahan, kemoterapi, dan terapi radiasi. Pembedahan merupakan tatalaksana terpenting dan prosedur operasi yang dijalankan dengan aku- rat dapat menentukan staging Wilmstumor dengan tepat serta rencana tatalaksana selanjutnya. Kemoterapi merupakan terapi ajuvan utama pasca radiasi ataupun terapi preoperatif. Radiasi eksterna merupakan terapi ajuvan pada Wilmstumor dengan stadium lanjut. Gabungan kemoterapi dan radiasi eksterna memberikan hasil yang lebih baik. Namun demikian patut diperhatikan efek samping kombinasi kedua modalitas terapi tersebut. Mengingat toksisitas jangka panjang, peran radiasi eksterna masih terbatas dan hanya diberikan dengan dosis yang relatif rendah. Kata kunci: W ilm stumor, pembedahan, radiasi eksterna Wilmstumor or nefroblastoma is the most common kidney malignancy in pediatric. The incidence is up to 6 % of all pediatric malignancies. Most of its clinical symptom is asymptomatic abdominal mass, but 20-30 percent of them come with pain in abdomen, malaise, or microscopic and macroscopic hematuria. Common appearance of wilmstumor is pseudocapsule that surrounds tumour. Therapy modalities for Wilmstumor are surgery, chemotherapy, and radiotherapy. Surgery is the most important treatment and surgical procedure that is done precisely can determine the staging of Wilmstumor and the treatment planning more accurately. Chemoterapy is the main adjuvant therapy post radiation or pre operation. External radiation is adjuvant therapy for late stage Wilmstumor. The combination of chemoterapy and external radiation give better result. However, the side effect of this combination should be considered. Considering long term toxicity, external radiation role is still limited and only be given in low dose relatively. Keywords: Wilmstumor, Surgery, External radiation Hak Cipta ©2018 Perhimpunan Dokter Spesialis Onkologi Radiasi Indonesia Abstrak/Abstract