92 DIKSI DAN GAYA BAHASA SYAIR LAGU KARYA DIDI KEMPOT Rosmini, Sugit Zulianto dan Sitti Harisah Miniros550@gmail.com Abstract This research aims to describe the use of diction and language style of the song lyric by Didi Kempot. Sources of data obtained from the album Best Campursari, success album Vol.3, and Romantic Javanese. The study, which used in this research, is the overview of Ethnography. The method used was descriptive qualitative method. The data collection is done by two techniques: (1) listen and (2) record. The object of research was the song lyric by Didi Kempot. A data analysis technique in this research was an interactive model. The analysis of the research included four phases, namely: (1) data collection, (2) data reduction, (3) presentation of data, and (4) verification / conclusion. The results showed that the use of diction denotative and connotative that used in song lyric by Didi Kempot more often use denotative meaning, concrete and abstract words used in song lyric by Didi Kempot more often use the word concrete. The results of the study language was contained in a song lyric by Didi Kempot of “ Parangtritis” three kinds of language styles, namely: the personification, redundancy, and assonance, song lyric of “ Layang Kangen“: hyperbole, assonance, and anaphora, song lyric of “Cidro”: hyperbole, litotes, metaphors, personification, and euphemism, song lyric of “Sewu Kuto“: hyperbole, sinekdoke, euphemisms and anaphora, song lyric of “ Janji Palsu “: the personification, euphemism, assonance, and anaphora, and song lyric of “ Ketaman Asmara”: hyperbole and personification. Cultural values contained in the lyrics "Parangtritis": religious and ethical values, lyrics "Stasiun Balapan": religious values, lyrics “Layang Kangen “: religious values, ethical, and aesthetic, lyrics “Cidro“: religious values, lyrics “Sewu Kuto“: religious values and aesthetic, lyrics of “Janji Palsu”: religious values, and lyrics of “Ketaman Asmara”: ethical and aesthetic values. Keywords: Diction, Language Style, Lyric Songs, Creation by Didi Kempot Diksi dan gaya bahasa termasuk salah satu unsur pembangun nilai keindahan dalam lagu, gaya bahasa juga ikut menentukan keindahan lagu dalam segi makna maupun segi keindahan bunyi. Gaya bahasa mengandung kiat penyair untuk mengungkapkan perasaannya atau menggambarkan pemikirannya ke dalam perasannya atau kata-kata pada bait-bait puisi maupun lirik lagu, salah satunya dengan menggunakan bahasa kias atau gaya bahasa. Dalam menghasilkan syair lagu penyair memilih kata-kata yang tepat dan bermakna kias, sangat dalam, dan bergaya bahasa sehingga tuntutan estetika penyair dapat terpenuhi. Keraf (2010 : 24) menyatakan bahwa Pilihan kata atau diksi mencangkup pengertian kata-kata mana yang dipakai untuk menyampaikan suatu gagasan, bagaimana membentuk pengelompokan kata- kata, nuansa makna, dan penguasaan kosakata yang tepat atau menggunakan ungkapan- ungkapan yang tepat, dan gaya mana yang paling baik digunakan dalam suatu situasi. Diksi dan gaya bahasa dalam lagu sangat penting untuk membangun keutuhan lagu. Hal ini disebabkan diksi dan gaya bahasa ditemukan atau dihadapkan dengan sesuatu yang tampak konkret yang dapat membantu dalam menginterpretasikan dan menghayati lagu secara menyeluruh dan tuntas. Diksi dan gaya bahasa dalam lagu diciptakan untuk mencapai efek estetis terhadap objek, hal, atau peristiwa menggunakan gambaran-gambaran angan (pikiran). Ketepatan dan kesesuaian kata yang digunakan pengarang dapat menimbulkan kesan hidup dan membangkitkan imajinasi