MUSTEK ANIM HA Vol. 8 No. 3, Desember 2019 e-ISSN : 2354-7707 p-ISSN 2089-6697 155 PERENCANAAN DRAINASE PERKOTAAN PADA PERUMAHAN Y Kakerissa 1 , Abner Doloksaribu 2 , Jeni Paresa 3 , Ahmad Asmar 4 1) Teknik Sipil, Fakultas Teknik– Universitas Musamus Merauke 2) Teknik Sipil, Fakultas Teknik– Universitas Musamus Merauke 3) Teknik Sipil, Fakultas Teknik– Universitas Musamus Merauke kakerisa@unmus.ac.id, abner@unmus.ac.id, jeny@unmus.ac.id, ahmadasmar7536@gmail.com Abstrak Debit air yang terjadi pada musim penghujan menjadi masalah serius yang dihadapi oleh penduduk yang berada di daerah sekitar gang Nusa Barong karena kondisi ini memerlukan perencanaan dimensi yang memadai dan belum adanya saluran drainase di sepanjang jalan tersebut. Adapun tujuan yang terjadi dalam penulisan ini adalah : 1) Menghitung besar debit banjir yang terjadi pada saat hujan di daerah gang Nusa Barong, 2) Menghitung dimensi saluran yang dibutuhkan. Perencanaan saluran drainase ini perlu dilakukan dengan mengambil data kontur lapangan dengan menggunakan alat theodolit, dengan memperhatikan secara baik areal dan maupun luas catchment dan analisis perkiraan data curah hujan menggunakan beberapa metode seperti metode Gumbel, metode Normal dan metode Log Normal serta perhitungan dimensi saluran berpenampang persegi. Dari Perhitungan yang terjadi maka diperoleh, debit banjir (Qt) = 0,269 m3/det debit rencana (Qs) = 0,480 m3/detik. Untuk mengalirkan debit banjir melalui saluran pembuang dengan menggunakan rumus kontinuitas bahwa debit banjir tersebut dapat diatasi dengan lebar saluran b = 0,40 meter, tinggi saluran h = 0,40meter dan tinggi air jagaan w = 0,10 meter, Luas penampang A = 0,16 meter, Keliling basah P = 1,20 meter, Kecepatan aliran V = 3 m/detik, Jari-jari hidrolis R = 0,133 meter. Kata kunci; drainase; perumahan; debit banjir; dimensi saluran PENDAHULUAN Pada umumnya daerah atau wilayah yang sedang mengalami perkembangan dan pembangunan yang cukup pesat, seperti halnya kota Merauke dengan daerah dataran yang rendah dan relatif datar (flat), mengalami perkembangan pembangunan insfrastruktur maupun di bidang lainnya. Perkembangan suatu daerah cenderung mendorong timbulnya suatu permasalahan yang tanpa disadari dapat berakibat buruk bagi aktifitas sehari-hari, seperti halnya perkembangan suatu sarana pemukiman yang cepat karena kebutuhan akan tempat tinggal, maka sarana pembuangan air hujan menjadi tidak sesuai dengan perencanaan awal yang mengakibatkan terjadinya banjir yang menganggu arus transportasi, dan aktifitas masyarakat, disamping itu juga kondisi topografi daerah perkotaan Merauke yang datar menyebabkan air hujan tidak mengalir dengan lancar sehingga terjadi limpasan yang besar yang mengenangi pemukiman dan jalan. Air yang jatuh kepermukaan bumi merupakan suatu rakhmat bagi makhluk hidup bila dapat dikendalikan, akan tetapi apabila tidak mendapat perhatian, maka limpasannya akan membahayakan bagi kehidupan manusia seperti pada musim penghujan, curah hujan yang lebat akan menyebabkan bencana banjir di sekitar daerah perencanaan tanpa adanya drainase begitu pula akan menggenangi jalan dan menimbulkan berbagai masalah antara lain, terganggunya kenyamanan masyarakat, dan timbulnya berbagai penyakit. Debit air yang terjadi pada musim hujan mengakibatkan genangan air yang tinggi dan memenuhi permukaan jalan sehingga menjadi masalah yang serius yang dihadapi secara terus menerus oleh penduduk kota Merauke khususnya penduduk yang berada di sekitar daerah gang Nusa Barong, karena kurangnya saluran drainase di