JURNAL TEKNIK ITS Vol. 9, No. 2, (2020) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) G131 AbstrakBeberapa pelabuhan di negara ASEAN saat ini mulai menerapkan konsep pelabuhan ramah lingkungan atau sering disebut dengan istilah green port. Pemanfaatan energi terbarukan seperti contohnya energi surya digunakan untuk menyuplai sistem kelistrikan yang ada di pelabuhan, salah satunya sistem kelistrikan container crane. Karena pemanfaatan energi terbarukan sebagai sumber listrik masih minim, sehingga masih belum pasti apakah pemanfaatan energi terbarukan dapat mempengaruhi gangguan stabilitas pada sistem kelistrikan. Selain itu, kondisi di lapangan yang tidak menentu dapat menyebabkan gangguan kestabilan pada sistem kelistrikan. Gangguan ini disebut sebagai gangguan transien. Banyak hal yang dapat mempengaruhi kestabilan transien salah satunya apabila terjadi hubungan arus singkat (short circuit) yang dapat menyebabkan gangguan transien. Menggunakan metode simulasi dengan ETAP, dilakukan analisis kestabilan transien dengan menggunakan 2 sumber listrik yang berbeda yaitu PLN & generator dan photovoltaic (PV). Didapatkan bahwa penggunaan PV sebagai sumber menghasilkan kestabilan pada sistem kelistrikan container crane yang memenuhi standar. Respon tegangan pada setiap skenario menghasilkan hasil yang berbeda-beda. Studi kasus pada simulasi kestabilan transien yaitu dengan memberikan gangguan hubungan singkat di busbar terdekat motor di detik ke-1 hingga detik ke-1.15. Respon tegangan yang dihasilkan pada skenario motor gantry yaitu sebesar 94.5%. Sedangkan respon tegangan yang dihasilkan pada skenario motor boom yaitu sebesar 94.64%. Lalu pada skenario motor trolley respon tegangan yang dihasilkan sebesar 94.48%. Pada skenario motor hoist respon tegangan yang dihasilkan sebesar 94.51%. Adapun respon frekuensi yang dihasilkan oleh simulasi PV sebagai sumber listrik yaitu sebesar 100% pada semua skenario yang dibuat. Kata KunciEnergi Surya, Container Crane, Kestabilan Transien. I. PENDAHULUAN NDONESIA membutuhkan sumber energi yang dapat diperbaharui karena saat ini energi tidak dapat diperbaharui di Indonesia sudah mulai menipis seperti contohnya energi minyak bumi yang sering digunakan ketersediaannya mulai sedikit. Terdapat banyak energi alternatif yang dapat digunakan, seperti energi surya, energi angin, arus laut, biodiesel, panas bumi, dan lainnya. Energi surya cocok diterapkan di wilayah Indonesia karena energi surya ramah lingkungan, dapat diperbarui, dan tidak membeli. Energi surya juga salah satu energi terbarukan yang sedang giat dikembangkan oleh pemerintah Indonesia karena Indonesia mempunyai potensi energi surya yang besar. Terdapat 2 tipe dari energi surya, yaitu sinar matahari dan photovoltaic (photo=cahaya, voltaic=tegangan). Proses ini menggunakan bahan semi konduktor yang dapat disesuaikan untuk melepas elektron yang membentuk dasar listrik [1]. Aplikasi dari energi terbarukan dapat digunakan sebagai sumber listrik yang akan digunakan untuk menggerakkan container crane yang terdapat di pelabuhan. Penggunaan energi terbarukan sebagai penggerak container crane sangat potensial untuk digunakan karena energi terbarukan menimbulkan emisi yang rendah. Hal tersebut mendukung pemerintah untuk menciptakan green port/pelabuhan ramah lingkungan di Indonesia. Penerapan green port/pelabuhan ramah lingkungan merupakan bagian dari upaya negara Indonesia untuk mendukung minimalisir pencemaran laut, polusi udara, dan berbagai kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan bongkar muat di pelabuhan. Energi listrik yang dihasilkan oleh energi terbarukan tidak dapat langsung digunakan karena arus listrik yang dihasilkan yaitu arus searah/arus DC. Motor-motor penggerak container crane menggunakan sumber tegangan arus bolak-balik/arus AC, sehingga dibutuhkan komponen penyearah arus yaitu inverter [2] . Gelombang yang dihasilkan oleh inverter akan berbentuk gelombang kotak (square wave). Gelombang kotak berbeda dengan gelombang sinusoidal murni yang berasal dari generator namun keduanya merupakan gelombang arus bolak-balik/gelombang AC. Arus keluaran inverter tersebut akan digunakan untuk menyuplai listrik untuk menggerakkan motor-motor di container crane. Indonesia mempunyai banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang penyediaan fasilitas terminal petikemas, baik untuk perdagangan nasional maupun imternasional, yang mana dalam perusahaan tersebut membutuhkan crane untuk proses bongkar muat [3].Pertumbuhan ekonomi dan perdagangan di Indonesia sangat signifikan. Hal tersebut mengakibatkan, jasa pelabuhan yang ditawarkan semakin meningkat. Dampak dari peningkatan permintaan akan jasa pelabuhan yaitu aktivitas di sekitar pelabuhan akan meningkat, sehingga pencemaran laut yang ditimbulkan akan semakin meningkat juga seperti pencemaran air dan udara [4]. Ditinjau dari dampak yang ditimbulkan tersebut, maka diperlukan upaya untuk menerapkan pelabuhan yang ramah lingkungan agar pencemaran air dan udara dapat dikurangi. Sebagai langkah mendukung penerapan pelabuhan yang ramah lingkungan, pengaplikasian suplai listrik dari energi terbarukan akan digunakan pada container crane untuk mengurangi penggunaan diesel [5]. Penggantian dari suplai diesel ke suplai energi terbarukan tersebut dinamakan elektrifikasi [6].Elektrifikasi merupakan proses powering pada suatu komponen menggunakan listrik. Suplai listrik yang akan digunakan bukan berasal dari PLN, namun berasal dari teknologi photovoltaic (PV). Penerapan elektrifikasi pada unit container crane yang dilakukan oleh beberapa Analisis Kestabilan Transien pada Container Crane dengan Suplai Energi Terbarukan Berbasis Simulasi Syafri Octa Ferdiansyah, Sardono Sarwito Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) e-mail: sarsar@its.ac.id I