JURNAL METAMORFOSA 6 (1): 102-105 (Maret 2019) DOI : 10.24843/metamorfosa.v06.i01.p16 https://ojs.unud.ac.id/index.php/metamorfosa/authorDashboard/submission/47320 M E T A M O R F O S A Journal of Biological Sciences eISSN: 2655-8122 http://ojs.unud.ac.id/index.php/metamorfosa 102 Kemampuan Jamur Akar Putih (Rigidoporus microporus (Swartz: Fr.) Van Ov.) dalam Mendegradasi Limbah Selulosa White Root Fungus Capability (Rigidoporus microporus (Swartz: Fr.) Van Ov.) in Degrading Cellulose Waste Dianty Putri*, Nasril Nasir, Anthoni Agustien Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas, Padang *Email: dianty12putri08@gmail.com INTISARI Selulosa merupakan salah satu biopolimer melimpah di alam namun dengan pemanfaatan yang masih terbatas. Limbah selulosa yang paling sering ditemukan diantaranya jerami, serbuk gergaji dan bonggol nanas. Rigidoporus microporus merupakan jamur akar putih kelompok Basidiomycetes yang sering menyerang akar tanaman sehingga lapuk dan mati. Oleh karena itu perlu dilakukan uji kemampuan jamur akar putih (R. microporus) dalam mendegradasi limbah selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks selulolitik isolat jamur R. microporus yang berpotensi dalam mendegradasi selulosa. Pengujian dilakukan pada media Carboxy Methyl Cellulose (CMC) yang dilanjutkan dengan pewarnaan Congo Red (0,1%). Jamur Rigidoporus microporus mempunyai indeks selulotik sebesar 3,23 dan berindikasi potensial untuk mendegradasi selulosa. Kata kunci: selulosa, indeks aktivitas selulosa, jamur akar putih (Rigidoporus microporus) ABSTRACT Cellulose is one of abundance natural biopolymer with limited usage. The common found waste cellulose are waste straw, sawdust, and pineapple pit. Rigidoporus microporus is a white root fungi groups that often attack the roots of plants that rot and die. This study was conducted to assess the ability of white root fungi (R. microporus) to degrade waste cellulose, according to cellulolitic activity index of potential R. microporus isolate. The medium used was Carboxy Methyl Cellulose (CMC) with dye Congo Red (0,1%). The results obtained that R. microporus has cellulotic index 3,23 which indicated as potential cellulose degrade. Keywords : cellulose, cellulolitic activity index, Rigidoporus microporus PENDAHULUAN Selulosa merupakan salah satu biopolimer melimpah di alam namun pemanfaatan selulosa masih sangat terbatas. Selulosa hampir tidak pernah ditemui dalam keadaan murni di alam, melainkan selalu berikatan dengan bahan lain seperti lignin dan hemiselulosa. Selulosa terdapat dalam tumbuhan sebagai bahan pembentuk dinding sel dan serat tumbuhan. Molekul selulosa merupakan mikrofibril dari glukosa yang terikat satu dengan lainnya membentuk rantai polimer yang sangat panjang. Adanya lignin serta hemiselulosa di sekeliling selulosa merupakan hambatan utama untuk menghidrolisis selulosa (Sjostrom, 1995). Keberadaan selulosa yang melimpah sehingga