Jurnal Sain Peternakan Indonesia Available at https://ejournal.unib.ac.id/index.php/jspi/index DOI: https://doi.org/10.31186/jspi.id.13.2.182-188 P-ISSN 1978-3000 E-ISSN 2528-7109 Volume 13 Nomor 2 edisi April-Juni 2018 182 | Pemupukan dan interval penyiraman terhadap pertumbuhan rumput odot ( Ressie et al., 2018) Pengaruh Pemupukan dan Interval Penyiraman terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Gajah Odot (Pennisetum purpereum cv Mott) The Effect of Fertilizing and Watering Interval on Growth and Production of Odot Grass (Pennisetum purpereum cv Mott). M. L. Ressie, M. L. Mullik, dan T. D. Dato Pasca Sarjana Program Ilmu Peternakan Universitas Nusa Cendana Kupang Email : m.ressie@ymail.com ABSTRACT This study aims to determine the effect of compost fertilizer dosage and watering interval on the growth and production of Odot grass (P. purpereum cv Mott) in the semi arid region. The design used was Completely Randomized factorial design with 3 x 3 with 3 replications. The dosages of compost fertilizer (D) as factor A, were: D 0 (control); D 1 (5 tons / ha); and D 2 (10 tons / ha) and the watering intervals (I) as factor B, were: I 0 (control); I 1 (watering every 2 days as much as 4 liters / m2); and I 2 (watering every 4 days as much as 4 liters / m2). Parameters observed were plant height, number of tillers, production of fresh and dry matter. The results of this research indicated that interaction had a very significant effect (P˂0.01) on production of fresh and dry matter; had a significant effect (P˂0.05) on plant height; but there was no significant effect on number of tillers. Key words: Odot grass (P. purpereum cv Mott); compost fertilizer, interval watering, semi arid. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pemupukan pupuk kompos dan interval penyiraman terhadap pertumbuhan dan produksi rumput gajah Odot (P. purpereum cv Mott) di daerah semi arid. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan. Dosis pupuk kompos (D) sebagai faktor A: D 0 (kontrol); D 1 (5 ton/ha); dan D 2 (10 ton/ha) dan interval penyiraman (I) sebagai faktor B: I0 (kontrol); I 2 (siram 2 hari sekali 4 liter/m 2 ); dan I 2 (siram 4 hari sekali 4 liter/m 2 ). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, produksi bahan segar dan bahan kering. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi berpengaruh sangat nyata (P˂0,01) terhadap produksi bahan segar dan produksi bahan kering; berpengaruh sangat nyata (P˂0,05) terhadap tinggi tanaman; dan tidak berpengaruh terhadap jumlah rumput gajah Odot (P. purpereum cv Mott). Kata kunci : rumput gajah Odot (P. purpereum cv Mott), pupuk kompos, interval penyiraman, semi arid. PENDAHULUAN Pakan adalah bahan baku yang dapat dikonsumsi oleh ternak untuk memenuhi kebutuhan energi dan atau zat nutrisi dalam ransum makanannya. Rumput Gajah Odot (P. purpureum cv. Mott) merupakan salah satu rumput unggul karena produksi kualitas cukup tinggi, palatable, mudah dibudidaya, tahan penyakit dan mampu beradaptasi pada kondisi lingkungan yang bervariasi. Pemenuhan kebutuhan pakan untuk memelihara atau meningkatkan produksi dan populasi ternak dibutuhkan ketersediaannya yang berkesinambungan. Keberadaan sumberdaya tanaman pakan dipengaruhi oleh unsur lingkungan fisik maupun hayati yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pakan. Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu daerah semi arid yang ada di Indonesia. Secara klimatologis, NTT tergolong ke dalam daerah semi-arid dengan curah hujan yang rendah. Musim hujan dan bulan basah umumnya berlangsung pendek, yaitu sekitar 3