151 PENGARUH SENAM AEROBIK TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PRIMIGRAVIDA DENGAN RIWAYAT HIPERTENSI Hotma Sauhur Hutagaol 1 Prodi Kebidanan Padangsidempuan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Medan Abstrak Preeklampsia adalah salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia maupun di dunia. Penyebab pasti preeklampsia belum diketahui sampai saat ini. Kegiatan senam aerobik sebagai salah satu upaya untuk mencegah preeklampsia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam aerobic terhadap tekanan darah pada primigravida dengan riwayat hipertensi . Penelitian ini merupakan penelitian quasy eksperimen dengan pre and post control group. Dilaksanakan senam aerobik selama 15 minggu kemudian dilakukan pengukuran tekanan darah pada kedua kelompok. Data akan dianalisa menggunakan uji t-test , dan nilai p<0.05 akan dianggap bermakna secara statistik. Tekanan darah sistolik dan diastolik lebih rendah pada kelompok Intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol tetapi tidak bermakna secara statistik. Kata Kunci: Senam Aerobik, Tekanan Darah, Primigravida, Hipertensi PENDAHULUAN Preeklampsia adalah salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia maupun di dunia. Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 adalah 359 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab utama yang menyumbang angka kematian ibu yaitu perdarahan sebanyak 32 %, hipertensi dalam kehamilan 25 %, infeksi 5 %, partus lama 5 %, penyebab lain 1 %. Penyebab lain- lain yaitu 32 % cukup besar, termasuk didalamnya penyebab penyakit non obstetrik (Kemenkes, 2012). Preeklampsia selama kehamilan adalah kedua setelah emboli di Amerika Serikat. Hipertensi pada kehamilan dikaitkan dengan komplikasi, termasuk abruptio plasenta, perdarahan serebral, gagal hati, dan gagal ginjal akut. Preeklamsia, merupakan satu dari gangguan hipertensi, terjadi pada 3% sampai 4% kehamilan dan berkontribusi terhadap morbiditas dan mortalitas perinatal. Sedikit yang diketahui tentang terjadinya preeklampsia terkait dengan faktor risiko yang dapat dimodifikasi, seperti aktivitas fisik sehari-hari. Meskipun manfaat kesehatan dari aktivitas fisik sehari- hari, seperti pengurangan risiko hipertensi esensial, penyakit jantung koroner, dan diabetes tipe 2 didokumentasikan dengan baik, sangat sedikit yang diketahui tentang hubungan antara aktivitas fisik ibu dan risiko hipertensi. - gangguan kehamilan (Sorensen, 2003). Preeklampsia adalah suatu kondisi dimana hipertensi terjadi setelah minggu ke-20 kehamilan dan disertai dengan proteinuria. Pada kehamilan dengan preeklampsia terjadi invasi sel trofoblas hanya terjadi pada sebagian arteri spiralis di daerah miometrium sehingga terjadi gangguan fungsi plasenta maka plasenta tidak memenuhi kebutuhuan darah untuk nutrisi dan oksigen ke janin. Gangguan fungsi plasenta tersebut dapat menyebabkan pertumbuhan janin yang terhambat (Sherwood, 2006). Penyebab pasti preeklampsia belum diketahui sampai saat ini. Preeklampsia merupakan sindroma kehamilan spesifik dengan penurunan perfusi organ sekunder karena adanya vasospame, peningkatan resistensi pembuluh darah perifer, dan aktivasi endothel yang umumnya terjadi setelah kehamilan mencapai 20 minggu. Tanda utamanya yakni kenaikan tekanan darah yang disertai proteinuria, edema generalisata, hingga gangguan fungsi pembekuan dan gangguan fungsi hepar. Faktor risiko yang dapat meningkatkan insiden preeklampsia antara lain nullipara, usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun, janin lebih dari satu, diabetes mellitus, hipertensi kronis, obesitas, dan penyakit ginjal. Preeklampsia juga dipengaruhi oleh genetik dan faktor lingkungan (Cunningham, 2005). Hipertensi kronis adalah adalah ibu hamil yang sudah menderita tekanan darah tinggi (140/90 mmHg) sebelum hamil atau sebelum usia kehamilan 20 minggu. Biasanya hipertensi kronis tidak akan hilang walaupun ibu sudah melahirkan bayinya. Ibu hamil dengan hipertensi kronis atau ibu hamil dengan riwayat pre eklampsia memiliki peningkatan resiko terjadinya pre eklampsia pada kehamilannya dan peningkatan komplikasi kehamilan, resiko tinggi persalinan dengan seksio sesarea dan kejadian BBLR (Kasawara, 2013). Senam hamil direkomendasikan pada ibu hamil dengan hipertensi atau ibu hamil dengan resiko Pre eklampsia untuk menurunkan efek buruk hipertensi termasuk menurunkan kejadian pre eklampsia. Tujuannya untuk mencegah kejadian pre eklampsia pada kehamilan, dengan mekanisme penurunkan tekanan darah dan perbaikan kardiovaskular, namun hasilnya masih sedikit