387 HUBUNGAN STATUS GIZI ANAK BALITA DENGAN ORANG TUA BEKERJA (Relationship Between Nutritional Status of Children Under Five with Parents Who Work) Noor Edi Widya Sukoco 1 , Joko Pambudi 2 , Maria Holly Herawati 2 Naskah masuk: 15 September 2015, Review 1: 17 September 2015, Review 2: 17 September 2015, Naskah layak terbit: 28 Oktober 2015 ABSTRAK Latar Belakang: Saat ini Indonesia termasuk salah satu dari 117 negara yang mempunyai tiga masalah gizi tinggi pada balita yaitu stunting, wasting dan overweight. Penelitian ini penting dilakukan karena status gizi anak balita sangat berhubungan dengan faktor ekonomi. Sementara itu kondisi ekonomi keluarga tergantung dari pekerjaan kedua orang tuanya. Metode: Disain studi potong lintang dengan menggunakan data Riskesdas tahun 2007 dan 2013. Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Sampel penelitian adalah balita dengan orang tua yang masih hidup dan status pekerjaan terisi lengkap dalam kuesioner Riskesdas 2007 dan 2013. Data kualitatif berasal dari informan yang berasal dari pengasuh balita (caregiver), petugas gizi kabupaten dan puskesmas, Dinas Tenaga Kerja, dan DPRD. Seluruh data kuantitatif diolah dengan program SPSS versi 15 Badan Litbangkes. Sedangkan data primer (data kualitatif) diolah dengan content analysis. Hasil: Penelitian ini menunjukkan, tidak ada hubungan - orang tua yang keduanya bekerja dengan status gizi anak balita berdasar indikator: BB/U p = 0,77 (2007), p = 0,92 (2013); TB/U p = 0,58 (2007), p = 0,71 (2013); BB/TB p = 0,77 (2007), p = 0,33 (2013). Hal ini didukung dari pendapat informan bahwa status gizi anak balita dengan kedua orang tua bekerja belum tentu lebih jelek dibandingkan dengan yang tidak bekerja. Kesimpulan: Hasil analisis data baik kuantitatif maupun kualitatif saling mendukung bahwa di daerah penelitian tidak ada hubungan yang bermakna antara status gizi anak balita dengan kedua orang tua bekerja. Saran: Masalah gizi harus diselesaikan dengan pendekatan lintas sektor, kemampuan ekonomi saja tidak menjamin status gizi anak balita baik, oleh karena itu perlu intervensi lain termasuk melibatkan sektor terkait. Kata kunci: anak balita, orang tua bekerja, status gizi ABSTRACT Background: Indonesia is one of 117 countries which has three crucial nutritional problems in children under ves, such as stunting, wasting and overweight. This study is important because nutritional status of children under ve years old was closely related with economic factors. While economic conditions of families depend on the work of both parents. Methods: The study design was cross sectional based on health research “Riskesdas 2007 and 2013”. Type of research was quantitative and qualitative methods. Samples consisted of children under ves years old of whom their parents were still alive and have completed the information for the questionnaires. The informants of the qualitative research came from caregivers, district nutrition ofcer, sub-district nutrition ofcer, district labor ofce, and parliament at district. Quantitative data was processed and analyzed by SPSS version 15 under the licensed of NIHRD MOH RI. While primary data was explored by indepth interview and analyzed using content analyses. Result: There was no relationship between parents who were both working with the nutritional status of children under ves based on indicators: weight/age p= 0,77 (2007), p = 0,92 (2013); height/age p = 0,58 (2007), p = 0,71 (2013); weight/height p = 0,77 (2007), p =,33 (2013). These qualitative results were conrmed by informants’ opinions that the nutritional status of children under ves years were not differ between 1 Pusat Humaniora Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, Jalan Percetakan Negara 23 A Jakarta 10560, E-mail: nooredisukoco@yahoo.com 2 Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, Jalan Percetakan Negara 29 Jakarta 10560