SNITT- Politeknik Negeri Balikpapan 2017 ISBN: 978-602-51450-0-1 288 PENGARUH SUPERHEAT TERHADAP PERFORMANSI SISTEM AIR CONDITIONING JENIS WATER CHILLER SUPERHEAT EFFECT ON AIR CONDITIONING SYSTEM PERFORMANCE TYPES OF WATER CHILLER I Made Rasta 1 dan Putu Wijaya Sunu 2 1,2 Program Studi Teknik Pendingin dan Tata Udara, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Bali, Badung-Bali (80364) Indonesia E-mail: maderasta@pnb.ac.id Diterima 09-10-2017 Diperbaiki 09-11-2017 Disetujui 16-11-2017 ABSTRAK Kebutuhan akan AC yang dapat memberikan kenyamanan dalam suatu ruangan adalah sangat vital. AC untuk kapasitas besar baik penggunaan dalam industri, supermarket maupun perhotelan, biasanya digunakan sistem AC sentral jenis water chiller. Baik buruknya kinerja suatu sistem pendingin ditentukan oleh besar-kecilnya nilai performansi (COP). Semakin besar nilai COP menyatakan kinerja sistem pendingin semakin baik. Salah satu yang dapat mempengaruhi nilai COP adalah alat ekspansi. Alat ekspansi yang digunakan untuk sistem AC sentral jenis water chiller adalah Thermostatic Expantion Valve (TXV). Akibat penyetelan variasi sudut putar sekrup TXV dari standar produk mempengaruhi superheat sistem pendingin. Besar kecilnya superheat mempengaruhi COP sistem pendingin. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa penyetelan sudut putar sekrup TXV searah maupun berlawanan dengan jarum jam dari standar produk tidak memberikan pengaruh perubahan nilai COP yang lebih baik. Kata kunci: AC jenis water chiller, sekrup adjuster TXV, COP ABSTRACT The need for air conditioning that can provide comfort in a room is very vital. AC for large capacity both in industrial use, supermarket and hotel, usually used central air conditioning system type water chiller. Both the poor performance of a cooling system is determined by the large-value performance (COP). The greater the COP value the better the cooling system performance. One that can affect the value of COP is the expansion tool. The expansion device used for central air conditioning systems of water chiller type is Thermostatic Expantion Valve (TXV). As a result of adjusting the variation of the rotation angle of the TXV screw from the product standard affects the superheat of the cooling system. The size of the superheat affects the COP of the cooling system. The experimental results show that adjusting the rotation angle of the TXV screw clockwise or counterclockwise from the product standard does not provide a better effect of COP change. Keywords: AC type water chiller, screw adjuster TXV, COP PENDAHULUAN Teknologi mesin refrigerasi dan tata udara memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan modern saat ini, baik dalam penggunaan untuk skala domestik, komersial maupun industri. Prinsip kerja mesin pendingin atau refrigerasi adalah proses memindahkan panas (kalor) dari suatu tempat/ruangan sehingga temperatur ruangan tersebut lebih rendah dari temperatur lingkungan. Fluida kerja di dalam mesin refrigerasi disebut refrigerant [1]. Refrigeran menyerap panas dari satu lokasi dan membuangnya ke lokasi yang lain. Mesin pendingin yang paling banyak digunakan saat ini mesin pendigin dengan siklus kompresi uap. Mesin pendingin siklus kompresi uap terdiri dari komponen kompresor, kondensor , katup ekspansi dan evaporator. Beban pendingin ruangan sering dijumpai bervariasi, dan untuk mempertahankan mesin refrigerasi pada unjuk kerja optimal untuk setiap kondisi operasi biasa digunakan katup ekspansi jenis Thermostatic Expantion Valve (TXV). Namun ketidak sesuaian pemakaian TXV yang tepat dapat mengakibatkan laju refrigeran yang ber fluktuasi yang pada akhirnya justru akan