Khelasi Pb dan Cd 45 Jurnal Natur Indonesia 15(1), Februari 2013: 45–51 ISSN 1410-9379 *Telp: +628121537245 Email: saptopriyadi@ymail.com Profil Plumbum (Pb) dan Cadmium (Cd) sebagai Kontaminan Dampak Penggunaan Agrokimia serta Remediasi Biji Kedelai Menggunakan Swelling Agent pada Khelasi dengan Asam Sitrat Sapto Priyadi 1*) , Purnama Darmaji 2) , Umar Santoso 2) , dan Pudji Hastuti 2) 1) Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tunas Pembangunan, Surakarta 57139 2) Program Studi Ilmu Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta 55281 Diterima 13-11-2012 Disetujui 04-09-2013 ABSTRACT This research were aimed to know the plumbum (Pb) and cadmium (Cd) profile on soybean seeds as contaminants of the impact use of agrochemistry material impact and to know of swelling agent of N,N-dimethylformamide (DMF) needs at certain level of pH in chelation with citric acid. The results showed that the content of Pb in soybean seeds at cultivation system agrochemistry materials i.e. 0.63 ppm, while cultivation system without agrochemistry materials i.e. 0.46 ppm. Cd content in soybean seeds at cultivation system agrochemistry materials i.e. 0.05 ppm and the cultivation system without agrochemistry materials i.e. 0.1 ppm. Acceptable daily intake in terms of Pb content in soybean after treatment increases to 2.93 times compared before treatment (11.3379 to 33.2099 g per body weight per day). Acceptable daily intake in terms of the content of the Cd in soybean after treatment increases to 5.26 times compared before treatment. The value of the bio- concentration factor which expressed an accumulation of Pb in soybean seeds on both cultivation is low system (BCF<250), while for Cd is a moderate to high level (1.000<BCF>250). Cd reduction on soybeans seeds for all chelation treatment was maximum (not detected-detection limits was 0.01 ppm), while the highest reduction of Pb occurs at swelling agent N, N- dimethylformamide 15 mL at pH 10. Keywords: cadmium, chelation, heavy metal, plumbum, swelling-agent ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil Pb dan Cd pada biji kedelai sebagai kontaminan dampak penggunaan agrokimia serta untuk mengetahui kebutuhan agen pengembang N,N-dimetilformamida (DMF) pada pH tertentu dalam kelasi dengan asam sitrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan Pb dalam biji kedelai pada sistem budidaya menggunakan bahan agrokimia adalah 0,63 ppm, sedangkan pada sistem budidaya tanpa bahan agrokimia adalah 0,46 ppm. Kandungan Cd dalam biji kedelai pada sistem budidaya menggunakan bahan agrokimia adalah 0,05 ppm dan pada sistem budidaya tanpa bahan agrokimia adalah 0,1 ppm. Acceptable daily intake ditinjau dari kandungan Pb pada kedelai setelah perlakuan meningkat menjadi 2,93 kali dibandingkan sebelum perlakuan (11,3379 menjadi 33,2099 g per berat badan per hari). Acceptable daily intake ditinjau dari kandungan Cd pada kedelai setelah perlakuan meningkat menjadi 5,26 kali dibandingkan sebelum perlakuan. Nilai bio-concentration factor yang menyatakan akumulasi Pb dalam biji kedelai pada kedua sistem budidaya adalah rendah (BCF<250), sedangkan untuk Cd adalah sedang sampai tinggi (1,000<BCF>250). Reduksi Cd pada biji kedelai untuk semua perlakuan kelasi mencapai maksimum (tidak terdeteksi–batas deteksi 0,01 ppm), sedangkan reduksi Pb tertinggi terjadi pada perlakuan agen pengembang N,N-dimetilformamida 15 mL pada kondisi pH kelasi 10. Kata Kunci: agen pengembang, kadmium, logam berat, kelasi, plumbum PENDAHULUAN Pencemaran logam berat pada lahan pertanian merupakan masalah lingkungan, yang dapat mengurangi produktivitas tanaman dan keamanan produk sebagai pangan dan pakan (Zheljazkov et al. 2006). Sumber pencemaran dapat berupa residu bahan agrokimia seperti pupuk dan pestisida yang dalam penggunaannya cenderung