SANG PENCERAH Volume 3, Nomor 2, Agustus 2017, Hlm. 39-49 Kosilah: Mengenal Identitas Masyarakat Buton melalui Konsep ... 39 MENGENAL IDENTITAS MASYARAKAT BUTON MELALUI KONSEP BERKELUARGA DALAM KABANTI KALUKU PANDA Kosilah 1 S. Hafidhawati Andarias 2 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Buton, Jl. Betoambari No. 36 Baubau. E-mail: kosilah81@gmail.com fidha.andarias@gmail.com Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui identitas masyarakat Buton melalui konsep berkeluarga yang terdapat dalam Kabanti Kaluku Panda. Hasil penelitian dalam kabanti Kaluku Panda tersebut di dalamnya mengandung konsep-konsep ketuhanan, konsep seks dan konsep berkehidupan sosial baik dalam bermasyarakat maupun tata cara dalam membina sebuah keluarga. Konsep berumah tangga pada masyarakat Buton adalah konsep yang mengikuti ajaran agama islam dalam membangun rumah tangga, yakni konsep sakinah, mawaddah wa rahmah dan senantiasa menjaga kesetiaan dalam hubungan. Larangan yang paling fatal dalam pernikahan yakni adanya pelanggaran batas atau zina maka hukumannya sangatlah berat. Adapun prosesi menuju kehidupan dalam berumah tangga di masyarakat Buton sangatlah detil dan panjang urutannya. Dimulai dari persiapan, pemilihan, prosesi pernikahan hingga konsep seks dalam berhubungan setelah berumah tangga menjadi konsep nilai yang sangat berharga demi terciptanya sebuah generasi yang baik. Kata kunci: konsep berkeluarga, masyarakat Buton. Abstract The purpose of this study was to determine the identity of the Butonese community through a family concept found in Kabanti Kaluku Panda. The results of the research in the Kaluku Panda kabanti contained the concepts of divinity, the concept of sex and the concept of social life both in society and in the procedures for fostering a family. The concept of marriage in Buton society is a concept that follows the teachings of Islam in building a household, namely the concept of sakinah, mawaddah wa rohmah and always maintaining loyalty in relationships. The most fatal prohibition in marriage is the existence of a violation of boundaries or adultery, the punishment is very severe. The procession towards living in a household in the community of Buton is very detailed and in length. Starting from preparation, election, marriage procession to the concept of sex in intercourse after marriage becomes a very valuable concept of value for the creation of a good generation. Keywords: family concept, Buton community.